Lomba Ogoh-ogoh
Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Meski berada pada situasi pandemi dengan terbatasnya segala aktivitas, kreativitas masyarakat tidak boleh luntur apalagi mati.

Tahun ini dengan menyesuaikan aturan yang berlaku, Sekeha Truna (ST) Gemeh Indah dalam melestarikan Budaya termasuk ogoh-ogoh turut menggelar Lomba Ogoh-ogoh Mini 2021 dan pertunjukan langgeng budaya bertajuk “Meme Dewa Ratu” di Gedung Taksu Dharma Negara Alaya Lumintang, Kamis (11/3/2021) malam.

Kegiatan dirangkaikan dengan pengerupukan pada masa pandemi ini dan juga sebagai ajang kreativitas pemuda Bali dalam berkarya khususnya dalam karya seni ogoh-ogoh.

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Lepas Kontingen Denpasar untuk Porjar Provinsi Bali Tahun 2026

Terlihat dalam pargelaran seni budaya ini, semua seniman sudah taat mengikuti Protokol Kesehatan yang berlaku, yang mana para seniman sudah dilaksanakan Rapid Test sebelumnya. Di panggung pun sudah disesuaikan dengan kapasitas dengan secara bergantian melakukan pertunjukan seni budaya.

Seorang Maestro Muda Bali, yang juga penggerak ogoh-ogoh ramah lingkungan Putu Marmar Herayukti, mengatakan pertunjukan langgeng budaya ‘Meme Dewa Ratu’ ini mengisahkan tentang awal kehidupan tercipta serta kenyataan sejarah tak pernah ingkar. Dimana, Sang Kala telah menetapkan takdir bahwa segala yang hidup terikat unsur Bhuta dan segala yang terikat Bhuta pasti akan mati. Hal ini dimulai dari perjalanan dalam bentuk sel, unsur Pradana (kewanitaan) memang telah dipuja dan dimuliakan, dari 300 sel hanya yang tercepat dan terkuat yang diterima-Nya.

Ketika unsurnya membentuk badan, lanjut Marmar maka secara otomatis sebagai Semesta Bhuana disebut Pertiwi. Sementara ketika Raja adalah pemimpin maka Ratu adalah pemegang kuasa yang tak tersentuh perebutan kuasa di dalam pemerintahan yang disebut Karatuan (keraton), hingga sebagai asal sebuah keturunan akan ditemui pula namanya di Pura Ibu (Paibon).

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News