Lomba Ogoh-ogoh
Sumber Foto : Istimewa

“Dalam hidupku di Dunia, lbu kulinggihkan Suci Mulia, dan ketika semua yang terjadi di luar kehendak serta kuasa, sembah Ibu sebagai pelindung, Sang sane kasengguh ‘Meme Dewa Ratu’,” ujarnya.

“Garapan ini kami persiapkan hanya dalam 10 hari dari awal saya menelpon rekan-rekan seniman untuk mengajak berkolaborasi, mereka semua sangat antusias dan langsung siap membantu pargelaran ini, dengan melibatkan seniman dari Komunitas Naluri Manca dan seniman lainnya. akhirnya pergelaran ini bisa berjalan dan terealiasikan dengan sukses,” sambung Marmar.

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Resmikan Rumah Singgah Kula Abhi Praya

Lebih lanjut Marmar juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar, yang sudah memfasilitasi ruang kreativitas para seniman dengan menyiapkan tempat yang tetunya selalu mengutamakan prokes didalam semua kegiatannya.

Sementara Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa yang berkesempatan hadir di dalam pargelaran ini sangat mengapresiasi seniman muda berbakat di dalam mengekspresikan kreativitas berkarya di masa pandemi ini.

“Saya sangat bangga kepada para seniman muda ini, kreativitas seperti ini justru lahir di saat masa pandemi. Dimana ini merupakan salah satu cara mengobati kerinduan seni budaya Bali yakni ogoh-ogoh yang dituangkan dalam bentuk sebuah pergelaran pendek oleh para seniman,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, Pemkot Denpasar tidak pernah melarang kreativitas seni budaya para seniman, asalkan mengikuti prokes yang benar.

Baca Juga :  PKB XLVIII 2026 Libatkan 20 Ribu Seniman, Gubernur Koster Dorong Penyelenggaraan yang Profesional dan Bermutu

“Kami siap mewadahi kegiatan kreatif seperti ini asalkan prosedur prokes tetap dijalankan dengan ketat di masa pandemi ini,” tegasnya.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News