BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR — Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar memastikan seluruh satuan pendidikan jenjang SD dan SMP siap menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.
Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, mengatakan berbagai persiapan teknis dan nonteknis telah dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan TKA bagi murid kelas VI SD dan kelas IX SMP.
“Pada prinsipnya, sekolah-sekolah di Denpasar sudah siap menghadapi TKA. Kami terus melakukan koordinasi dan pendampingan agar seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal,” ujarnya, Minggu (11/1/2026).
Wiratama menjelaskan, pendaftaran TKA direncanakan dibuka pada 19 Januari hingga 28 Februari 2026. Sebagai bagian dari persiapan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan menggelar rangkaian simulasi, yakni simulasi TKA SMP pada 23 Februari–1 Maret 2026 dan simulasi TKA SD pada 2–8 Maret 2026.
Tahap gladi bersih akan dilaksanakan pada 9–17 Maret 2026. Selanjutnya, pelaksanaan TKA SMP dijadwalkan pada 6–16 April 2026, sedangkan TKA SD berlangsung pada 20–30 April 2026.
Adapun pengolahan hasil TKA akan dilakukan pada 18–23 Mei 2026, dan hasilnya diumumkan pada 24 Mei 2026. Penilaian TKA menggunakan pendekatan yang mempertimbangkan tingkat kesulitan serta karakteristik soal, sehingga hasil yang diperoleh murid bersifat lebih adil dan informatif. Setiap peserta akan menerima deskripsi capaian sebagai bahan evaluasi dan pengembangan kompetensi ke depan.
Dalam pelaksanaannya, TKA akan menguji mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Wiratama menegaskan bahwa TKA tidak digunakan sebagai penentu kelulusan siswa.
“TKA tidak untuk menentukan kelulusan. Tes ini bertujuan memetakan kemampuan akademik siswa dan menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk mendaftar ke jenjang pendidikan berikutnya,” jelasnya.
Disdikpora Denpasar, lanjut Wiratama, juga menaruh perhatian besar pada kesiapan mental peserta didik. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada siswa bahwa TKA bukanlah beban yang menakutkan.
“Kami ingin siswa mengerjakan TKA dengan tenang. Yang perlu ditekankan adalah TKA tidak menentukan kelulusan,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, Disdikpora mendorong sekolah menjaga kualitas pembelajaran melalui latihan soal yang terarah dan berkelanjutan. Peran guru dinilai sangat penting, namun harus dibarengi dengan keterlibatan orang tua dalam memantau proses belajar anak di rumah.
Wiratama juga mengimbau orang tua dan wali murid agar aktif mendampingi anak-anak mereka, baik dalam belajar maupun dalam mengawasi aktivitas sehari-hari di rumah, sehingga kesiapan menghadapi TKA dapat terbangun secara optimal.
“Kesiapan guru dan peran orang tua sama-sama penting agar pelaksanaan TKA berjalan lancar,” ucapnya.
Lebih jauh, Wiratama menegaskan bahwa prinsip utama dalam pelaksanaan TKA adalah kejujuran dan integritas. Ia berharap melalui TKA, peserta didik tidak hanya menunjukkan prestasi akademik, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran sejak dini.
“Kami berharap dapat melahirkan peserta didik yang berprestasi, berkualitas, serta memiliki integritas dan kejujuran yang baik,” pungkasnya.(sa/bpn)













