BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar terus memperkuat perlindungan sosial bagi keluarga pekerja melalui program beasiswa pendidikan bagi anak peserta yang orang tuanya meninggal dunia, baik akibat kecelakaan kerja maupun meninggal karena sebab lain.
Hingga pertengahan 2026, BPJS Ketenagakerjaan Denpasar telah menyalurkan beasiswa kepada 353 anak peserta dengan total nilai mencapai Rp1,8 miliar.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar, Adventus Edison Souhuwat, mengatakan program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan pendidikan anak peserta tetap berlanjut meskipun kehilangan tulang punggung keluarga.
“Jadi anak-anaknya walaupun kehilangan tulang punggung keluarga, mereka masih bisa sekolah, masih bisa lanjut. Inilah manfaat dari BPJS menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya saat ditemui di Denpasar, Rabu (22/7/2026).
Program beasiswa BPJS Ketenagakerjaan diberikan mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Besaran bantuan yang diberikan meliputi Rp1,5 juta per tahun bagi siswa TK dan SD, Rp2 juta untuk SMP, Rp3 juta bagi SMA, serta Rp12 juta per tahun bagi mahasiswa.
Menurut Adventus, manfaat tersebut menjadi salah satu bentuk perlindungan jangka panjang yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan, tidak hanya kepada pekerja, tetapi juga kepada keluarganya.
Melalui program ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap anak-anak peserta tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi sehingga mampu meraih masa depan yang lebih baik meski menghadapi kondisi kehilangan orang tua sebagai pencari nafkah.(tis/bpn)













