DEF
Hadiri Denpasar Education Festival 2025, Bunda Literasi Dorong Komitmen Bersama Majukan Pendidikan dan Kreativitas Anak. Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengikuti dan meninjau Kegiatan Denpasar Education Festival (DEF) 2025 yang berlangsung di Dharma Negara Alaya, Rabu (7/5/2025).

DEF merupakan pameran pendidikan untuk menampilkan ratusan hasil karya kreativitas para pelajar dari tingkat TK, SD, dan SMP se- Kota Denpasar guna mempromosikan inovasi pendidikan, serta edukasi pemanfaatan sampah yang didaur ulang menjadi kerajinan, sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Kegiatan juga diisi dengan Senam Anak Indonesia, Pameran dan Bazzar UMKM. Kegiatan dikemas dengan menampilkan kreativitas siswa Kota Denpasar melalui Pentas Seni Pelajar.

Baca Juga :  Buleleng Lepas 1.275 Atlet dan Official Menuju Porjar Provinsi Bali

Hadir pula Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, dan Kadis Dikpora Kota Denpasar, A.A. Gede Wiratama serta undangan lainnya.

Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengapresiasi atas terselenggaranya Denpasar Education Festival tahun 2025. Dirinya menekankan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen bersama untuk memajukan pendidikan di Kota Denpasar serta meningkatkan kreativitas dan cinta akan budaya Bali pada anak.

“Melalui kegiatan ini anak-anak menjadi lebih kreatif dan mengenal kebudayaan Bali,” ungkap Antari Jaya Negara.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gde Wiratama menyampaikan DEF Tahun 2025 merupakan ajang menunjukkan berbagai inovasi dan karya dari siswa dan guru. Baik dari karya olahan hingga UMKM. Pelaksanaan DEF berlangsung selama 3 hari dari Rabu-Jumat dari tanggal 7-9 Mei 2025.

Baca Juga :  Lahan SD Bersertifikat Desa Adat, Pansus Aset Pertanyakan Kinerja BPN

“Yang spesial dalam Denpasar Education Festival Tahun 2025 akan ada launching majalah ‘Widya Cata’. Majalah tersebut memuat karya tulisan terbaik dari masing-masing guru, kepala sekolah maupun pengawas,” ujarnya.(r/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News