oxo nuanu
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll; CEO; Founder OXO Group Indonesia, Johannes Weissenbaeck; dan Desainer Arsitektur, Chris Precht. Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – OXO Group Indonesia, perusahaan pengembang properti butik berbasis di Bali, resmi memperkenalkan OXO The Pavilions, proyek hunian inovatif yang menandai era baru dalam industri lifestyle real estate di Indonesia. Mengusung konsep wellness living atau kesejahteraan holistik, proyek ini merupakan pengembangan vila pertama di Bali yang memadukan gaya hidup sehat dengan kemewahan modern, serta menawarkan status kepemilikan hak milik.

Terdiri dari 24 unit vila dengan luas antara 170 hingga 420 meter persegi, OXO The Pavilions merupakan hasil kolaborasi OXO dengan arsitek internasional Chris Precht. Setiap vila dirancang untuk menyatu dengan alam sekitar dan didukung fasilitas kebugaran kelas dunia, menjadikannya pionir dalam konsep hunian sehat dan berkelanjutan di segmen premium.

“OXO The Pavilions menghadirkan standar baru bagi gaya hidup mewah di Bali, dengan menekankan pentingnya ruang yang menginspirasi, menyembuhkan, dan meningkatkan kualitas hidup penghuninya,” ungkap CEO dan Founder OXO Group Indonesia, Johannes Weissenbaeck, Rabu (7/5/2025).

Baca Juga :  Nuanu Memperluas Komitmen terhadap Fotografi Indonesia melalui Peluncuran FOTO Bali Award usai FOTO Bali Festival 2026

Johannes menambahkan bahwa Bali selama ini dikenal sebagai destinasi kebugaran dan kesehatan, namun belum banyak pengembangan properti yang secara khusus mengusung konsep wellness di pasar properti premium dengan status legalitas kepemilikan penuh.

Proyek ini berlokasi strategis hanya dua menit berjalan kaki dari Nuanu Creative City, kawasan terintegrasi seluas 44 hektare yang memadukan pendidikan, seni & budaya, kesehatan, hiburan, dan kehidupan yang terinspirasi alam, yang menawarkan pengadalaman transformatif bagi pengunjung dan penghuninya.

Penghuni The Pavilions akan mendapatkan akses ke berbagai fasilitas premium Nuanu seperti ProEd Global School, Luna Beach Club, Lumeira Spa, serta jalur pedestrian yang menawan.

Sementara itu, CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll mengungkapkan, setiap proyek di Nuanu Real Estate dirancang untuk melayani tujuan yang lebih besar, di luar pengembangan properti. “Kami menyusun proyek dan investor yang sejalan dengan nilai-nilai kami dalam keberlanjutan dan penghormatan budaya jangka panjang. The Pavilions merupakan cerminan dari visi tersebut,” tutur Lev Kroll.

Meskipun banyak peminat internasional dari Singapura, Amerika Serikat, Australia, dan Jepang, OXO juga menargetkan pasar domestik. Data dari Knight Frank menunjukkan bahwa Bali masuk dalam 10 besar destinasi investasi properti untuk kalangan kaya global. Pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 7,5% sejak 2021, dengan tingkat okupansi properti yang meningkat hingga 75%, menjadikan wilayah ini sangat menjanjikan untuk investasi.

Menurut Mordor Intelligence, pasar properti Indonesia diperkirakan tumbuh dari USD 68,6 miliar pada 2025 menjadi USD 91,0 miliar pada 2030. Sementara data Badan Pusat Statistik menunjukkan sektor properti menyumbang Rp488,31 triliun terhadap PDB Indonesia pada 2022.

Peluncuran publik OXO The Pavilions akan dimulai pada 8 Mei 2025 di Nuanu, dengan lebih dari 300 undangan dari dalam dan luar negeri. Acara ini diikuti pembukaan galeri pemasaran pada 10 Mei 2025, sementara grand launching dijadwalkan pada 8 Juni 2025.

Baca Juga :  Nuanu Memperluas Komitmen terhadap Fotografi Indonesia melalui Peluncuran FOTO Bali Award usai FOTO Bali Festival 2026

“Kami ingin menunjukkan kepada dunia bagaimana kami mendefinisikan kembali kemewahan yang terintegrasi dengan wellness. Dalam satu bulan ke depan, masyarakat bisa merasakan langsung inovasi ini,” kata Johannes.

Sejak berdiri tahun 2015, OXO telah mengembangkan lebih dari 100 properti bernilai total lebih dari Rp1 triliun. Dengan reputasi tinggi dalam desain berkelanjutan dan layanan premium, OXO terus memimpin inovasi di sektor real estat gaya hidup.

Chris Precht, arsitek yang merancang proyek ini, menjelaskan bahwa desain arsitektur The Pavilions mencerminkan budaya lokal Bali, alam sekitarnya, dan kebutuhan manusia modern.

“Di Bali, arsitektur harus beradaptasi dengan matahari, hujan, dan nilai budaya. Kami menciptakan bangunan yang fleksibel dan sesuai dengan kehidupan yang terus berubah,” ungkap Precht.

Kolaborasi antara OXO dan Studio Precht menunjukkan sinergi antara presisi desain Eropa dan jiwa budaya Asia Tenggara, sekaligus mempertegas komitmen untuk membangun properti yang tidak hanya cantik tetapi juga bermakna dan berkelanjutan.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News