BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terus mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata bahari yang berkembang pesat di wilayah pesisir timur Bali.
Salah satu fokus yang kini menjadi perhatian adalah usaha jasa penyelaman atau diving yang banyak beroperasi di kawasan wisata bawah laut Kecamatan Abang dan Kecamatan Kubu.
Kepala BPKAD Kabupaten Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, mengungkapkan saat ini tercatat sebanyak 153 usaha diving beroperasi di Karangasem. Namun, hingga saat ini baru 53 wajib pajak yang telah menjalani proses pengawasan dan uji petik oleh tim BPKAD di lapangan.
“Dari 53 wajib pajak yang sudah dilakukan pengawasan, transaksi usahanya mulai tercatat dalam sistem. Kami ingin memastikan setiap aktivitas usaha yang berlangsung di Karangasem memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah,” ujarnya.
Untuk memperkuat pengawasan, BPKAD menempatkan petugas di sejumlah titik aktivitas wisata selam guna memantau transaksi yang terjadi secara langsung. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh transaksi wisatawan tercatat sesuai ketentuan perpajakan daerah.
Selain mengawasi pelaku usaha yang berdomisili di Karangasem, BPKAD juga mulai membidik perusahaan diving yang berkantor di luar daerah seperti Sanur dan Kuta, tetapi menjual paket wisata dan melakukan aktivitas penyelaman di perairan Karangasem.
Menurut Siki Ngurah, terdapat sekitar 30 perusahaan luar daerah yang selama ini memasarkan paket wisata diving di kawasan Karangasem. Ke depan, pemerintah daerah akan memfasilitasi dan mendorong perusahaan-perusahaan tersebut agar turut terdaftar sebagai wajib pajak yang memberikan kontribusi kepada daerah.
“Kami akan melakukan pendekatan dan pendataan. Karena aktivitas usahanya berlangsung di Karangasem, tentu ada potensi pendapatan daerah yang perlu dioptimalkan,” katanya.
Potensi penerimaan dari sektor wisata bahari dinilai cukup besar. Berdasarkan data lapangan, jumlah wisatawan yang melakukan aktivitas diving di kawasan Abang dan Kubu dapat mencapai sekitar 400 orang setiap hari, terutama saat musim kunjungan wisata sedang tinggi.
Dengan tingginya aktivitas wisata bawah laut tersebut, Pemerintah Kabupaten Karangasem melihat peluang besar untuk meningkatkan PAD dari sektor jasa pariwisata tanpa membebani masyarakat.
“Peluang inilah yang sedang kami maksimalkan. Harapannya, perkembangan sektor pariwisata di Karangasem tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah melalui peningkatan pendapatan asli daerah,” tegas Siki Ngurah.
Karangasem selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Bali dengan sejumlah lokasi penyelaman kelas dunia seperti Tulamben, Amed, dan kawasan perairan sekitar Kubu yang menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.(st/bpn)













