Dari Warung Sembako ke Pusat Transaksi, Agen BRILink di Klungkung Layani Hingga 150 Transaksi per Hari
Dari Warung Sembako ke Pusat Transaksi, Agen BRILink di Klungkung Layani Hingga 150 Transaksi per Hari. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, SEMARAPURA – Usaha warung sembako milik Desi Hidayanti Damuri di Kabupaten Klungkung berkembang pesat sejak bergabung menjadi Agen BRILink sekitar 14 tahun lalu. Dari yang awalnya hanya melayani beberapa transaksi setiap hari, kini warung tersebut menjadi pusat layanan keuangan masyarakat dengan jumlah transaksi mencapai 100 hingga 150 kali per hari.

Desi mengaku pertama kali mengenal layanan BRILink melalui seorang rekannya yang lebih dahulu menjadi agen. Saat itu, layanan transfer perbankan belum sepopuler sekarang dan masyarakat masih banyak bergantung pada kantor bank maupun mesin ATM untuk mengirim uang.

“Dulu masyarakat masih banyak yang bingung melakukan transfer. Kalau mau kirim uang harus ke bank atau ATM. Karena di sini banyak pekerja pendatang, akhirnya mereka mencari layanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau,” ujarnya.

Dengan modal awal sekitar Rp10 juta, Desi mulai menjalankan layanan BRILink di warungnya. Pada masa awal operasional, jumlah transaksi masih sangat terbatas, hanya sekitar tiga hingga empat transaksi per hari.

Baca Juga :  Busungbiu Festival 2026 Resmi Digelar, Momentum Kebangkitan Seni Budaya Lokal dan Potensi Desa

“Fee yang didapat memang belum besar, tetapi saya melihat ada peluang. Dari situ saya mulai menambah modal dan mengembangkan layanan,” katanya.

Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan, jumlah pengguna BRILink terus bertambah. Kawasan tempat tinggal Desi yang banyak dihuni pekerja dari luar Bali menjadi pasar potensial, terutama bagi mereka yang rutin mengirim uang ke kampung halaman.

Saat ini, layanan tarik tunai justru menjadi transaksi yang paling banyak diminati. Banyak pekerja pelabuhan dan buruh angkut memanfaatkan layanan tersebut untuk mengambil uang tunai dalam jumlah besar.

“Kalau sekarang justru lebih banyak yang tarik tunai. Ada yang sehari menarik uang Rp10 juta sampai Rp15 juta beberapa kali,” ungkapnya.

Selain transfer dan tarik tunai, pelanggan juga memanfaatkan layanan top up dompet digital, pembelian pulsa, hingga pembayaran tagihan listrik.

Baca Juga :  Kue Rumahan Naik Kelas, Prami’s Kitchen Denpasar Go Digital Berkat Inovasi Dosen ITB STIKOM Bali

Keberadaan BRILink tidak hanya memberikan tambahan pendapatan dari biaya transaksi, tetapi juga berdampak positif terhadap usaha warung sembakonya. Banyak pelanggan yang datang untuk bertransaksi sekaligus membeli kebutuhan sehari-hari.

“Dulu warung saya cukup sepi dan barang yang dijual juga tidak banyak. Sekarang pelanggan yang datang untuk transfer biasanya sekalian belanja beras, mi instan, dan kebutuhan lainnya. Sangat membantu perekonomian keluarga,” jelasnya.

Pendapatan dari layanan BRILink bahkan rutin disisihkan untuk tabungan dan investasi keluarga. Namun perjalanan sebagai agen tidak selalu berjalan mulus. Pada awal menjalankan usaha, Desi sempat mengalami kerugian hingga Rp5 juta akibat transaksi ganda karena belum memahami sistem yang digunakan.

“Saat itu saya melakukan transfer Rp5 juta, tetapi struk tidak keluar. Karena belum paham sistem, saya ulang lagi transaksinya dan ternyata saldo terpotong dua kali. Setelah dibantu pihak bank, syukurlah dana tersebut bisa kembali,” kenangnya.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga baginya untuk lebih memahami sistem transaksi digital dan lebih berhati-hati menghadapi kendala jaringan maupun transaksi tertunda.

Baca Juga :  Sawan Festival, Ruang Pelestarian Seni Budaya dan Gerakkan UMKM Lokal

Sementara itu, Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, mengatakan Agen BRILink merupakan perpanjangan tangan BRI dalam memperluas akses layanan perbankan hingga ke berbagai daerah.

Menurutnya, kehadiran Agen BRILink tidak hanya memudahkan masyarakat mendapatkan layanan keuangan, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Dengan menjadi Agen BRILink, masyarakat dapat tetap menjalankan usaha utamanya sekaligus memperoleh tambahan penghasilan dari layanan perbankan yang diberikan,” ujarnya.

Hery menambahkan, keterbatasan akses layanan perbankan di sejumlah wilayah dapat diatasi melalui jaringan Agen BRILink yang kini telah menjangkau lingkungan permukiman hingga kawasan padat pekerja.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 4.182 Agen BRILink aktif tersebar di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terus berperan dalam memperluas inklusi keuangan dan mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat.(*/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News