Lingkungan Hidup
Tujuh Sekolah di Buleleng Sabet Penghargaan Nasional Bidang Lingkungan Hidup. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Berkat komitmen dan upaya sungguh-sungguh Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam pelestarian lingkungan hidup di satuan pendidikan atau sekolah-sekolah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia pada tahun ini mengganjar 7 sekolah di Buleleng meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional. Penerimaan penghargaan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Gede Melandrat bersama sekolah penerima bertempat di Auditorium Manggala Wanabhakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jakarta, Selasa (17/10/2023).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya kepada para penerima. Ditetapkan 134 Sekolah Adiwiyata Mandiri dan 417 Sekolah Adiwiyata Nasional se-Indonesia. Untuk di Kabupaten Buleleng sendiri sebanyak 3 Sekolah menerima penghargaan yaitu SDN 1 Tajun Kecamatan Kubutambahan, SMPN 1 Singaraja dan SMPN 3 Singaraja. Untuk penghargaan Adiwiyata Nasional sebanyak 4 sekolah menerima penghargaan yaitu SDN 4 Pemuteran Kecamatan Gerokgak, SMPN 4 Sukasada Kecamatan Sukasada, SMPN 2 Banjar Kecamatan Banjar, SMP Lab. Undiksha Singaraja.

Baca Juga :  Atasi Blankspot, Pemkab Buleleng Ajukan 38 Titik Jaringan Internet

Dalam sambutannya Menteri LHK, Siti Nurbaya menyampaikan selamat kepada peraih penghargaan dan harus terus menjaga sikap peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah dan mampu mengimbas ke lingkungan sekitar agar kualitas lingkungan hidup terus terjaga dan meningkat dan kepada dinas terkait untuk terus memberikan pembinaan, pendampingan dan motivasi serta menjalin kerjasama dengan swasta, lembaga, komunitas yang dapat memberikan dukungan dalam Program Adiwiyata ini.

“Penghargaan Sekolah Adiwiyata  adalah penghargaan yang diberikan kepada sekolah yang telah berhasil melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah melalui 6 perilaku ramah lingkungan hidup atau PRLH yaitu kebersihan, sanitasi , fungsi drainase, pengelolaan sampah, penanaman dan pemeliharaan pohon, konservasi air, konservasi energi dan inovasi PRLH. Ini tidak mudah lho!!! ini tentunya melalui proses pembinaan, pendampingan, pengajuan, verifikasi dan penilaian,” jelasnya.

Baca Juga :  Lihadnyana Yakinkan MenpanRB, Pemkab Buleleng Mampu Wujudkan Birokrasi Berdampak

Untuk diketahui Penghargaan Adiwiyata Mandiri adalah suatu penghargaan khusus bagi tiap-tiap sekolah dengan penilaian berupa sekolah yang mempunyai minimal 10 sekolah binaan yang telah mendapatkan penghargaan Adiwiyata Kabupaten/Kota, juga penghargaan yang diberikan oleh Presiden sedangkan Adiwiyata Nasional, adalah penghargaan diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada sekolah-sekolah yang telah meraih penghargaan Adiwiyata Tingkat Kabupaten/kota dan Adiwiyata Tingkat Provinsi.

Program Adiwiyata Nasional dan Mandiri sudah memasuki tahun ke-17 yaitu dari  tahun 2006  sampai 2023. Sejak dijalankan program ini di Kabupaten Buleleng, sebanyak  6 sekolah Adiwiyata Mandiri dan 12 Sekolah Adiwiyata Nasional telah ditetapkan meraih penghargaan dibidang lingkungan hidup.

Baca Juga :  Pemkab Buleleng Segera Perbaiki Jembatan dan Jalan Rusak di Desa Pegadungan

Adapun sekolah tersebut kategori Sekolah Adiwiyata Mandiri yaitu SMKN 3 Singaraja, SMPN 4 Singaraja, SMAN 1 Banjar, SDN 1 Tajun, SMPN 1 Singaraja dan SMPN 3 Singaraja. Untuk kategori sekolah Adiwiyata Nasional yaitu SMAN 2 Singaraja, SMPN 5 Singaraja, SMPN 3 Banjar, SMPN 2 Singaraja, SMPN 3 Seririt, SDN 1 Banyuning, SDN 4 Gobleg, SMPN 6 Singaraja, SDN 4 Pemuteran, SMP Lab Undiksha Singaraja, SMPN 4 Sukasada dan SMPN 2 Banjar.(adv/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News