payudara
Sepeda Motor korban yang diduga dibawa saat mengalami aksi begal payudara. Sumber Foto : dar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Seorang pedagang berinisial Putu NA (29) asal Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan, Buleleng, menjadi korban aksi begal orang tidak dikenal saat hendak pulang usai membeli barang dagangan hingga terjatuh, pada Senin (19/6/2023), sekitar pukul 03.00 WITA.

Saat dikonfirmasi Rabu (21/6/2023), Kapolsek Sawan, AKP Dewa Putu Sudiasa mengatakan, kala itu perempuan malang tersebut usai berbelanja di Pasar Anyar, Buleleng. Namun dalam perjalanan pulang tepatnya di Jalan Raya Desa Sangsit, Buleleng korban merasa dibuntuti pelaku.

Baca Juga :  Lomba HKG ke-52, Ny. Mahendra Jaya Ajak PKK di Bali Eratkan Tali Persaudaraan

Kala itu korban tidak terlalu curiga, hingga akhirnya saat tiba di Jalan Raya Desa Jagaraga korban dipepet pelaku dan langsung menjulurkan tangannya ke arah dada, korban yang panik mencoba mengelak dengan cara tancap gas, sayangnya pelaku terus mengejar korban.

“Saat itu kondisi jalan sepi, jadi pelaku memanfaatkan kesempatan itu untuk mencoba menyentuh payudara korban,” ungkap Kapolsek Sawan, AKP Dewa Putu Sudiasa.

Namun, karena barang bawaan korban yang cukup banyak pelaku berhasil mengejar korban dan kali ini mencoba merangkul dari arah belakang. Hal itu sontak membuat korban tidak bisa mengendarai kendaraannya sehingga langsung terjatuh.

Bukannya kabur pelaku justru terus mengejar, sehingga dengan keadaan luka-luka korban harus berlari sambil berteriak, nahasnya karena saat itu kondisi jalan sepi dan agak jauh dari pemukiman tidak ada siapapun yang menolongnya hingga akhirnya sebuah mobil melintas dan pelaku langsung melarikan diri.

Baca Juga :  Jelang Perekrutan PPPK, Sekda Buleleng Ingatkan Non ASN Untuk Tidak Melakukan Pelanggaran

“Intinya itu kejadiannya. Kita tetap lakukan penyelidikn agar pelaku bisa ditangkap dan diproses secara hukum,” imbuhnya.

Disamping itu, menurut pengakuan korban dirinya juga pernah mengalami hal serupa kurang lebih sekitar tiga bulan yang lalu. Namun setelah kejadian ini korban baru berani mengatakan kepada temannya yang di kenal sebagai penggiat media sosial, akhirnya kejadian itu diunggah dimedia sosial.

“Atas kejadian tersebut saat ini korban mengalami trauma. Karena bingung dan takut, akhirnya korban bercerita kepada temannya, tapi kita minta kejadian ini dilaporkan,” pungkasnya.(dar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News