Polda Bali
Olah TKP oleh Tim Labfor Polda Bali di lokasi kebakaran di Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt Buleleng. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Hingga saat ini pelaku kasus dugaan pembakaran rumah milik Kadek Duniawan yang berlokasi di Banjar Dinas Kelodan, Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Buleleng masih belum ditemukan. Polisi mengaku mengalami beberapa kendala.

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi, Senin (20/2/2023) menyampaikan bahwa kasus tersebut belum menemukan titik terang. Sebab berdasarkan dalam proses penyelidikan Polsek Seririt terkendala minimnya para saksi.

Sementara, saat ini pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi diantaranya korban, keluarga korban, serta warga sekitar kawasan rumah korban, namun hal tersebut masih belum cukup kuat sebab saat kejadian kobaran api sudah semakin membesar dan korban hanya sempat mencium bau bahan bakar solar diduga berasal dari keset di depan rumahnya.

“Saksi ini minim sekali, tapi kami sudah periksa beberapa saksi. Tapi ini belum ada mengarah ke pelaku,” ucap Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya.

Baca Juga :  Sudah Berstatus Tersangka, Ketut Nekat Lagi Inapkan Anak Orang dan Menyetubuhinya

Disamping itu, saat periksaan masih belum adanya dugaan orang yang dicurigai korban melakukan hal itu, sebab korban mengaku tidak ada orang yang berselisihpaham dengannya sebelum peristiwa itu terjadi. Sehingga polisi sulit menemukan pelaku, apalagi tidak ada CCTV di sekitarnya.

“Disekitar sana tidak ada CCTV jadi sulit juga. Korban juga mengaku tidak ada berselisih paham dan curiga dengan seseorang,” ungkap AKP Sumarjaya.

Kemudian saat disinggung mengenai hasil pemeriksaan tim laboratorium forensik (Labfor) Polda Bali di tempat kejadian perkara (TKP) beberapa waktu lalu, AKP Sumarjaya menyebut saat ini pihaknya belum menerima hasilnya, namun Polsek Seririt masih terus berkoordinasi.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa kebakaran rumah milik Kadek Duniawan, pada Rabu (8/2/2023) sekitar pukul 21.30 WITA, diduga sengaja dibakar seseorang. Sebab sebelum api mulai merambat korban mencium aroma bahan bakar solar diduga berasal dari keset yang ada di depan rumahnya.

Akibatkan seluruh bangunan rumah berukuran 13 x 8 meter ludes dilahap si jago merah. Selain itu barang-barang korban seperti empat buah televisi, empat buah mesin jahit, lima buah lemari, satu unit kulkas, empat tempat tidur, peralatan dapur dan pakaian milik korban serta keluarganya juga ludes terbakar.(dar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News