Ni Luh Djelantik
Ini Alasan Ni Luh Djelantik Mundur Dari Partai Nasdem. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pasca dideklarasikannya Anies Baswedan sebagai Calon Presiden (Capres) yang diusung oleh Partai Nasional Demokrat (Nasdem) beberapa waktu yang lalu, ditenggarai sempat menimbulkan gejolak diinternal yang membuat beberapa kader partai tersebut hengkang, khususnya untuk wilayah Bali.

Salah satu kader DPD Partai Nasdem Bali, Ni Luh Djelantik dikabarkan mundur dari partai tersebut dan dirinya mengungkapkan alasannya, dikarenakan adanya trauma politik identitas yang terjadi di Pilkasa DKI 2017, yang diungkapkan langsung dalam Jumpa Pers, yang berlangsung di kediamannya, Badung pada Kamis (6/10/2022) lalu.

Baca Juga :  Musna Antara Siap Maju di Pilkada Karangasem 2024

Dirinya mengatakan bahwa Anies Baswedan, yang merupakan calon Gubernur DKI ketika itu, cenderung membiarkan terjadinya politik identitas yang menyebabkan masyarakat mengalami polarisasi, walaupun sebenarnya dirinya mempunyai kuasa untuk memberhentikan terjadinya politik identitas di DKI kala itu.

“Anies Baswedan adalah seorang nasionalis, dan ada kemungkinan kampanye politik identitas itu bukan dari dirinya, namun mbok kecewa karena terjadi pembiaran. Mungkin bukan salah dia (Anies), dia seorang nasionalis, akan tetapi dia berada didalam kontestasi itu dan mbok belum pernah dengar dia melakukan klarifikasi,” ungkap Ni Luh.

Baca Juga :  Kawal Kesuksesan WWF ke–10 di Bali, Ini Peran Aktif DCC PLN Dalam Memastikan Operasi Sistem Kelistrikan Bali Tetap Andal

Selanjutnya, Ni Luh juga menyayangkan terjadinya politik identitas tersebut. Selain itu, sebagai satu orang yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama saat itu, ia juga kerap mengalami teror dan kata-kata yang mendiskreditkan dirinya sebagai seorang kaum minoritas.

“Saat Pilkada DKI itu kami mengalami beberapa intimidasi yang berkaitan dengan keputusan mbok untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama, seperti diminta tutup poskonya, kamu kan bukan muslim, tidak memiliki hak untuk memilih di Jakarta,” paparnya.

Sementara itu, terkait dengan keputusannya keluar dari Partai NasDem, dirinya mengatakan tidak memiliki masalah dengan Partai, maupun personal didalamnya. Dirinya justru menghormati keputusan Partai NasDem yang memilih Anies Baswedan sebagai Capres pada Pemilu 2024, yang dimana keputusannya tersebut merupakan idealisme Ni Luh Djelantik.

“Mbok tidak punya masalah dengan partai maupun personal didalamnya, bahkan mbok dibuatkan surat cinta yang menyampaikan betapa sayangnya dengan mbok, dan menerima pesan–pesan baik juga di Whatsapp,” terangnya.(aar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News