Narkoba
Keluarga Benteng Pencegahan Anak dari Bahaya Narkoba. Sumber Foto : Istimewa

“Jika kita paksakan keinginan kita, ternyata anak tidak suka, mereka akan stres malah takutnya lari ke hal-hal yang tidak diinginkan seperti narkoba,” imbuhnya.

Selain keluarga sebagai benteng pertama, Ny Putri Koster juga berpendapat pencegahan bisa dimulai dari tingkat desa. Apalagi Bali yang berbasis desa pakraman, bisa membuat perarem di setiap desa tentang bahaya narkoba. Selain itu, ia juga mengatakan kader PKK tersebar hingga tingkat desa, sehingga BNN dan PKK bisa berkolaborasi mensosialisasikan ke desa-desa.

“Kami PKK punya media, punya kader hingga tingkat keluarga. Namun kami bukanlah profesional di bidang ini, sehingga dengan menggandeng BNN kami bisa mensosialisasikan bahaya narkoba dengan lebih efektif lagi,” tandasnya.

Sementara Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra pada kesempatan itu mengapresiasi berbagai program PKK dalam pendidikan karakter keluarga. Menurutnya, ini merupakan kesempatan yang bagus bisa berkolaborasi dengan Ny Putri Koster sebagai Ketua TP PKK, sehingga BNN bisa menembus lapisan desa bahkan keluarga.

Baca Juga :  Sinkronisasi Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah, Salah Satu Upaya Tingkatan Mutu Pendidikan

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini BNN mempunyai berbagai upaya untuk mencegah dan menanggulangi peredaran narkoba.

“Pertama kami sebut sebagai ‘hard power’ yaitu keras terhadap bandar dan pengedar dengan menangkap dan menghukum sesuai UU yang berlaku, bahkan mereka juga dimiskinkan,” jelasnya.

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News