Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Meskipun pemerintah pusat secara resmi memberikan fasilitas relaksasi terhadap kredit perbankan dan finance untuk masyarakat, tak lantas membuat permintaan relaksasi meningkat. Justru sebaliknya, sesuai data sejak Maret lalu permintaan relaksasi kredit khususnya di finance yang ada di Bali masih sedikit.

Branch Manager FIFGroup Denpasar, Made Kunang Satria Wibawa mengakui jumlah nasabah yang mengajukan relaksasi kredit selama pandemi Covid-19 ini masih di bawah 30 persen dari total nasabah yang terdaftar secara aktif.

“Total nasabah FIFGroup di Bali per Juli 2020 mencapai 134.500 orang, sedangkan yang mengajukan relaksasi hanya 25.801 orang,” ujarnya.

Khusus nasabah di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar mencapai 85 ribu orang nasabah dan yang mengajukan relaksasi sebanyak 25.500 orang.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Pertahankan Opini WTP 12 Kali Berturut Dari BPK RI

Untuk permintaan dana tunai, Kunang mengatakan, selama periode enam bulan terakhir tercatat mengalami penurunan yang paling kecil atau kurang dari 20 persen.

“Sebelum pandemi sebanyak 3.000 orang, kini menjadi 2.200 orang per bulannya. Ini akibat kebutuhan dana tunai di masyarakat masih tumbuh positif,” jelasnya.

Padmi Saraswati dari Axa Mandiri juga mengakui hal yang sama. “Selama masa pandemi, permintaan relaksasi kredit di Axa Finance hanya sekitar 30 persen dari total nasabah,” ungkapnya.(agni/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News