BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – SMP Wisata Sanur menyelenggarakan ‘’Goresan Kreativitas dalam Gempita Bulan Bahasa dan Sastra 2019’’. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dibuka Biro Pendidikan Yayasan Pembangunan Sanur, Drs. I Nyoman Mudita, M.Pd., didampingi Kepala SMP Wisata Sanur, Drs. I Gusi Made Raka.

Gusi Made Raka mengatakan, kegiatan dimulai 17-19 Oktober ini diisi dengan lomba IT, keterampilan seni dan budaya serta olahraga. Lomba melibatkan seluruh siswa SMP Wisata Sanur. Di bidang IT dan pengetahuan umum dilombakan Microsoft Word, Olimpiade Pengetahuan Umum berbasis IT (APP Quizizz) dan vlogger. Bidang seni dan budaya dilombakan mengayam janur, pojok kreativitas (mading), bebayolan, genjek, dan pidarta bahasa Bali. Sementara di bidang olahraga dipertandingkan bola voli.

Gusi Made Raka mengatakan, kegiatan ini rutin digelar tiap tahun dengan materi lomba yang disesuaikan dengan potensi anak dan perkembangan zaman. Gusi Made Raka mengaku bangga dan mengapresiasi semangat siswa mengikuti lomba. Terlebih saat pembukaan juga mengundang seluruh kepala SD yang ada di Sanur, yang menyaksikan sendiri alumnusnya aktif mengikuti kegiatan sekolah.

Baca Juga :  Kembangkan Jaringan, NET89 Beri Edukasi Kepada Member

SMP Wisata Sanur yang bernaung dibawah Yayasan Pembangunan Sanur dikenal gudangnya siswa berprestasi. Selain unggul di karya ilmiah remaja, prestasi pramukanya juga luar biasa dan dikenal sekolah pro lingkungan.

Di bidang lingkungan, sekolah ini memiliki muatan lokal pendidikan lingkungan hidup (PLH). Bahkan baru-baru ini, SMP Wisata Sanur menerima kunjungan DLHK Sumatra Utara. Seluruh siswa digerakkan menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan hijau serta mengimbaskan budaya hidup bersih pada sekolah serta lingkungan. Makanya wajar sekolah ini dianugrahi predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri oleh pemerintah pusat.

Bahkan, kini dibuka ekstrakurikuler pertamanan dan satu-satunya di Denpasar. Siswa diajarkan mengolah sampah organik menjadi kompos, melakukan pembibitan, melihara dan memanen. Baru-baru ini, siswa memanen bunga gumitir, terong, jagung, bahkan kini menunggu panen cabai.

Menurut Gusi Made Raka, melalui ekstrakurikuler ini memperkenalkan dan mengajak siswa menekuni pertanian. Dengan begitu siswa miliki bekal hidup dan tak malu menjadi petani, karena penghasilan menjadi petani tak kalah dibandingkan menjadi pegawai swasta maupun PNS.

Baca Juga :  Masuki Masa Pensiun, Sekda Rai Iswara Berpamitan

Sementara prestasi di karya ilmiah remaja, siswa SMP Wisata Sanur pernah menyabet medali perunggu Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) tingkat nasional kategori IPS Kemanusiaan dan Seni. Siswa sekolah ini juga pernah mengukir prestasi juara II lomba peneliti belia tingkat provinsi serta finalis lomba penelitian ilmiah tingkat provinsi dan nasional Indonesia Sains Project Olimpiad (ISPO).

Tim pramuka regu putra SMP Wisata Sanur yang dikenal dengan nama regu Garuda tercatat tiga kali meraih juara Lomba Tingkat V di tingkat nasional. Selain itu, SMP Wisata Sanur juga meraih juara III lomba sekolah sehat tingkat Bali.

Biro Pendidikan Yayasan Pembangunan Sanur, Nyoman Mudita mengatakan, SMP Wisata Sanur sejak dulu sudah tampil berkualitas. Tak hanya siswanya yang beprestasi, guru dan kaseknya juga berprestasi. Gusi Made Raka yang pernah mendapat penghargaan the best favorit school of the year dari 3UNO.

Segudang prestasi yang dimiliki, makanya wajar sekolah ini selalu diserbu calon siswa. Apalagi biaya pendidikan di SMP Wisata Sanur dikenal sangat terjangkau dan dikenal pro-rakyat. Bahkan siswa kurang mampu mendapatkan kemudahan dan keringanan khusus. (tis/bpn)