Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Ratusan anak-anak pengungsi Gunung Agung yang mengungsi di Kota Denpasar, mulai melakukan pendaftaran sekolah yang dekat dari lokasi pengungsian. Mereka tersebar di sejumlah sekolah mulai dari SD, SMP serta SMA di Kota Denpasar.

Kepala SMPN 9 Denpasar, Made Arawan, Senin (25/9/2017), mengatakan, jumlah  anak-anak yang sudah mendaftar ke SMPN 9 Denpasar sebanyak sembilan orang siswa. Mereka berasal dari SMPN 3 Selat, Karangasem.

Dari total sementara sembilan orang siswa, lanjut Made Arawan, terbagi atas siswa kelas VII sebanyak tiga orang, kelas VIII (empat orang) dan kelas IX (dua orang). ‘’Kami juga masih membuka peluang anak-anak pengungsi Gunung Agung lainnya bersekolah disini,’’ katanya.

Selain di SMPN 9 Denpasar, anak-anak pengungsi Gunung Agung yang masih berstatus SD juga ada terdaftar di SDN 3 Renon. Jumlah sementara baru empat orang yang berasal dari SDN 2 Amerta Bhuana.

Baca Juga :  Astra Motor Bali Ajak Komunitas Honda Nobar MXGP Sambil Berdonasi

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Wayan Gunawan, mengatakan, pihaknya telah membentuk tim untuk terus memverifikasi data siswa pengungsi Gunung Agung yang ingin bersekolah sesuai sekolah terdekat dengan posko pengungsian. ‘’Upaya ini kami lakukan agar anak-anak pengungsi Gunung Agung tidak putus sekolah,’’ ujarnya.

Apabila jumlah anak-anak pengungsi terus bertambah, pihaknya sudah melakukan antisipasi menambah bangku belajar untuk siswa ini. Maksimal setiap kelas nantinya akan diisi 60 siswa. ‘’Kami terus lakukan pemetaan agar bisa diterima di sekolah tanpa syarat. Sekalipun anak-anak pengungsi ini masuk sekolah tanoa meski pakai sepatu, pakaian maupun membawa buku,’’ tegasnya.

Sementara pada jenjang SMA, Kepala SMAN 7 Denpasar, CIM Kusuma Widiawati, mengatakan jumlah anak-anak yang sudah mendaftar ke SMAN 7 Denpasar kurang lebih mencapai 26 orang.

Pihaknya memprediksi akan ada tambahan siswa yang hendak masuk ke SMAN 7 Denpasar. Mereka sebagian besar berasal dari SMAN 1 Selat, di susul dari SMAN 2 Amlapura dan SMAN 1 Rendang.

Dari total sementara 26 orang siswa, lanjut CIM Kusuma Widiawati, terbagi atas siswa kelas X sebanyak delapan orang, sisanya kelas XII sebanyak 18 orang. ‘’Sebagian besar dari anak pengungsi itu duduk di kelas XII, dan sisanya duduk di kelas X,’’ ujarnya.

Ia menegaskan, anak-anak pengungsi yang mendaftar sekolah saat ini sudah langsung mendapat materi pelajaran. ‘’Untuk kapasitas tempat duduk dan meja belajar di sekolah ini mencukupi dan masih dapat menampung siswa lainnya yang ingin bersekolah,” ujarnya.

Baca Juga :  Ngaben Masal di Desa Pakraman Marga

Sementara itu, Kepala SMAN 3 Denpasar, Ketut Suyastra mengatakan, dengan ketulusan hati menampung anak-anak pengungsi yang ingin bersekolah di SMAN 3 Denpasar setempat dengan kapasitas ruang kelas yang memenuhi standar.

Di tempat terpisah, Kepala SMAN 1 Denpasar, Nyoman Purnajaya, mengatakan baru menerima enam siswa pengungsi yang akan mengikuti pelajaran di SMAN 1 Denpasar. ‘’Kami akan tetap menerima dan masih menunggu pendaftaran anak-anak pengungsi Gunung Agung yang ingin bersekolah di SMAN 1 Denpasar, sehingga anak-anak ini dapat mengenyam pendidikan dengan layak,” ujarnya. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :