Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – SMP PGRI 9 Denpasar menggelar upacara Samawartana, Jumat (9/6/2017). Upacara Samawartana diikuti 296 siswa kelas IX yang lulus 100 persen tahun ini.

Kepala SMP PGRI 9 Denpasar Drs. AA Ketut Sumitra, M.M.,M.Si., sengaja menggelar upacara Samawartana, kemarin, karena bertepatan dengan Purnama Sasih Sadha. Upacara Samawartana bermakna mapamit secara niskala, setelah sebelumnya di-winten saat menjadi siswa baru, juga sebagai rasa sujud bakti kepada Tuhan bisa menyelesaikan pendidikan dengan baik.

Kepada lulusan ia meminta terus melanjutkan studi, namun jangan sampai salah pilih apalagi menyogok. Mereka yang sampai menyogok mencari sekolah negeri, katanya, akan melahirkan pemimpin yang korup.

Karenanya, ia mengingatkan jadikan motto SMP PGRI 9 Denpasar Widya Jaya Jayanthi sebagai bekal hidup. Artinya ilmu yang diperoleh di SMP PGRI 9 Denpasar berguna untuk selama-lamanya.

Untuk itu, pangelingsir Puri Padangluwih, Dalung (duwe Puri Mengwi) ini, menegaskan jika tak mendapatkan sekolah negeri, pilihlah SMA/SMK PGRI yang kualitasnya sama dengan sekolah negeri. Namun pengalaman tahun sebelumnya, 65 persen lulusan SMP PGRI 9 Denpasar diterima di SMA/SMK negeri.

AA Ketut Sumitra mengatakan, penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2017/2018 di SMP PGRI 9 Denpasar dibuka mulai 12 Juni 2017. Pada PPDB tahun ini SMP PGRI 9 Denpasar di Jalan Jenderal Gatot Subroto VI/J, Denpasar Utara ini mencari siswa baru sesuai dengan jumlah yang dilepas. Pendaftaran akan ditutup ketika kuota siswa baru terpenuhi.

Baca Juga :  PUPR Denpasar Sidak Pekerja Bangunan Tidak Ikuti Protokol Kesehatan

AA Ketut Sumitra berterima kasih kepada masyarakat mempercayakan pendidikan putra-putrinya di SMP PGRI 9 Denpasar. Ini menunjukkan orang tua sangat pas menentukan pilihan di SMP PGRI 9 Denpasar sebagai sekolah berkualitas.

SMP PGRI 9 Denpasar, kata AA Ketut Sumitra, dipercaya Kemendikbud sebagai satu-satunya sekolah swasta di Denpasar yang mendapatkan bimtek pepenuhan sekolah potensial menjadi Sekolah Standar Nasional. SMP PGRI 9 Denpasar juga dikenal sebagai saudara kembar SMPN 10 Denpasar.

Yang istimewa, SMP PGRI 9 Denpasar mengedepankan model pelayanan pendidikan berkualitas. Siswa dididik secara akademis dan berkarakter dengan pelayanan penuh kasih sayang.

Baca Juga :  Kementerian PPN Adakan Penelitian Ekonomi Terkait Dampak Pelaksanaan Annual Meeting IMF-WB

Potensi siswa juga digali lewat ekstrakurikuler. Tahun ini ditambah tiga ekstrakurikuler baru yakni, tarung derajat, wood ball dan yudo. Selain mengintensifkan klub mata pelajaran.

Ini ia sebut pelayanan dari hati ke hati. Dengan begitu siswa termotivasi untuk terus belajar dan merasa berdosa jika tidak sekolah.

Usai upacara Samawartana, A.A. Ketut Sumitra menyerahkan penghargaan dan bonus kepada 10 besar peraih nilai UN terbaik di SMP PGRI 9 Denpasar. Nilai UN tertinggi di sekolah ini diraih Kadek Sasmita Wulandari (364,0), I Putu Wahyu Putra Antara (351,0), I Gede Aditya Beckham Ary Putra (344,5), I Kadek Agus Dwi Permana (343,5), Kadek Dita Vidyani Nataputri (343,0), Ni Made Sudiasih (340,0), Dewa Made Wicaksana Meranggi (339,0), I Wayan Nurcahyadi Putra (337,5), NiPutu Kristina Mahayuni (335,0), I Putu Darma Cahaya (334,5) dan Dhefi Laksmita Maharany (334,5).

Baca Juga :  Kerja Bakti di Jalan Jalur ke Pura Batukaru

Saat itu juga diserahkan bonus pada 14 siswa peraih nilai 100,0 UN di mata pelajaran matematika. Termasuk guru pembina juga mendapatkan penghargaan.

Selain itu, bonus juga diberikan siswa berprestasi di Porsenijar Kota Denpasar. SMP PGRI 9 Denpasar meraih dua emas di cabor tarung derajat dan wood ball, empat perak di cabor tarung derajat, wood ball, silat dan yudo, serta dua perunggu di wood ball dan silat. (tis/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :