Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Rombongan DPRD Tabanan yang melakukan bimtek di Jakarta, kini sudah balik ke Bali. Sementara oknum anggota DPRD Tabanan yang ditangkap polisi karena diduga terlibat kasus narkoba, I Nyoman Wirama Putra (35), akhirnya ditinggalkan rombongan.

Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi alias Boping mengatakan, Wirama yang juga ketua Fraksi Golkar DPRD Tabanan itu terpaksa ditinggalkan di ruang tahanan Polda Metro Jaya. “Kok ditunggui? Kasus itu sudah ditangani polisi,” ujarnya, Kamis (15/6/2017).

Terkait kasus yang menimpa Wirama, Boping mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya belum mendapatkan keterangan resmi dari Polda Metro Jaya. “Ternyata belum ada keterangan resmi. Masih misteri. Belum ada surat atau pemberitahuan resmi dari kepolisian,” ujarnya.

Boping pun turut prihatin dan menyayangkan anggotanya itu hingga bisa sampai terjebak kasus narkoba. “Di tengah persoalan bangsa yang membutuhkan perhatian serius pemerintah, terkait inteloransi, apatisme, radikalisme, dan narkoba. Ini malah anggota dewan kena kasus begini. Sungguh sangat disayangkan. Untuk itu saya segera minta BNN untuk melakukan tes urine kepada semua anggota dewan di Tabanan,” tegasnya.

Baca Juga :  Gelar HMC 2019, AHM Gali Bakat 2.400 Modifikator di Era Digital

Sementara Ketua DPD Partai Golkar Tabanan, I Ketut Arya Budi Giri alias ABG, saat dihubungi mengaku sedang berada di Atlanta, Amerika Serikat. ABG juga mengaku prihatin atas kasus yang menimpa Wirama, yang notabene sebagai kader Partai Golkar itu.

ABG mengatakan jika pihaknya kini masih menunggu keterangan resmi dari kepolisian yang menangani kasus tersebut. “Kami masih menunggu kepastian hukum atas kasus tersebut. Kami akan bersikap bila sudah ada kejelasan secara resmi,” tukasnya.

Partai Golkar di Tabanan, katanya, belum membahas tentang kejadian yang menimpa kadernya itu. Menurut ABG, dalam kasus yang diduga melibatkan Wirama itu adalah masalah pribadi. “Artinya, kasus itu bukan masalah organisasi. Karena saya masih berada di Amerika, kami di partai juga belum ada rencana membahas ataupun menyiapkan tim hukum. Bagaimana soal sikap Partai Golkar atas permasalahan ini, akan kami bahas dalam kesempatan berikutnya,” pungkasnya. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :