BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung mendapat subsidi gas LPG 3 kg sebanyak 19.402 metrik ton dari pemerintah pusat untuk tahun 2017. Subsidi LPG 3 kg ini diperuntukkan untuk keluarga RTM (Rumah Tangga Miskin). Agar subsidi ini tepat sasaran, Pemkab Badung membentuk tim pembinaan dan pengawasan.

Untuk pengawasan akan dibuat sistem baru dengan sistem online khususnya terkait distribusi dan standarisasi harga. Hal tersebut terungkap saat rapat koordinasi terkait subsidi gas LPG 3 kg pemerintah pusat kepada Kabupaten Badung yang dipimpin Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Ketut Karpiana di Puspem Badung, Selasa (6/6/2017).

Rapat tersebut dihadiri Kabag Humas, Sekretaris BPMD, Satpol PP, Bagian Ekonomi, dari Polresta Denpasar dan Polres Badung, PT. Pertamina Cabang Bali serta Agen gas LPG di Badung.

Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung I Ketut Karpiana menjelaskan, kabupaten badung tahun ini mendapat kuota gas LPG 3 kg dari Pusat sebanyak 19.404 MT. Menindaklanjuti dan mengamankan distribusi tersebut, telah pula dibuatkan Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri ESDM dimana seluruh Kabupaten/Kota harus membentuk tim.

Baca Juga :  Jembrana Zona Merah, Tim Yustisi Jembrana Perketat Disiplin Prokes Masyarakat

Unsur dari tim tersebut juga sudah diberikan dan untuk di Badung sebagai penanggungjawab adalah Bupati Badung, pengarah Wakil Bupati, Ketua Sekretaris Daerah, Wakil Ketua Kepala Bappeda dan Sekretaris BPMD. Anggota terdiri dari unsur SKPD terkait, dari Kepolisian, Badan Usaha Penyedia (Pertamina) serta pendistribusi (agen).

Pembentukan tim ini akan melakukan pembinaan, sosialisasi sekaligus pengawasan terkait pendistribusian LPG bersubsidi agar tepat waktu, tepat volume, tepat harga dan tepat sasaran.

“Tim ini akan mengawasi pendistribusian gas LPG agar tepat sasaran dan jangan sampai tidak diterima oleh masyarakat yang berhak serta tidak tejadinya penyelewengan “dioplos”, maupun didistribusikan ke daerah lain,” jelasnya.
Wabup. Suiasa menekankan bahwa, rapat ini sebagai tindaklanjut keputusan bersama dua menteri terkait pembinaan dan pengawasan LPG tertentu. Rapat ini juga sebagai upaya meningkatkan koordinasi menyeluruh dan komprehensip khususnya mengenai LPG sehingga terbangun sinergi yang baik. Suiasa mengharapkan sinergi tripartit antara pemerintah, penyedia dan pendistribusi serta penegak hukum terus ditingkatkan.

Baca Juga :  Bupati Mahayastra Resmikan Kantor MDA Gianyar

“Kita harus memperkuat sinergitas, komunikasi dan koordinasi serta mempertajam hubungan tripartit ini, sehingga mampu mencegah terjadinya kegiatan pengoplosan gas LPG di Badung,” tegasnya.

Terkait dengan pembentukan tim ini, diharapkan setelah ditetapkan dengan SK Bupati dapat melaksanakan tugas pembinaan dan pengawasan pendistribusian subsidi gas LPG 3 kg kepada masyarakat. Tentunya selalu memonitor persediaan, pendistribusian dari pertamina ke agen, dari agen ke pangkalan serta pengawasan lapangan mengenai standarisasi harga dan mutu.

Untuk itu dibutuhkan sistem yang baik dengan menggunakan sistem online dengan konekting antara Pemkab Badung-Pertamina-Agen-Pangkalan. Dengan terbangunnya sistem ini dapat dijamin pendistribusian tepat sasaran.

“Dengan sistem online ini akan menjamin semua pihak akan benar-benar mampu menjalankan tugasnya dengan baik,” tegasnya.

Baca Juga :  Kemenkeu Naikan Tarif Tunggal Bea Meterai Rp10.000 di Tahun 2021

Sementara Rawier Gultom perwakilan dari PT. Pertamina Cabang Bali menyampaikan terima kasih dan apresiasi terbentuknya Tim Pembina dan Pengawasan terhadap pendistribusian subsidi LPG 3 kg ini. Termasuk sangat sepakat dengan penggunaan sistem online dalam mendukung pengawasan.

“Kami siap dan komit mensuport sistem online ini. Karena secara online sudah ada secara nasional,” jelasnya.

Ditambahkan, dilihat dari realisasi per bulan Mei ini berdasarkan pendistribusian sebanyak 8.084 sudah dapat terealisasi 8.100. Kondisi ini berada pada batas sangat normal dan masih terkontrol dengan baik. “Dari subsidi kuota sebanyak 19.402 metrik ton akan mampu terealisasi 19.435 ton lebih di tahun 2017 ini,” tambahnya. (humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :