BALIPORTALNEWS.COM – Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Denpasar, Ida Bagus Sedana, mengaku prihatin, rokok elektrik atau vape tak hanya digandrungi oleh kalangan dewasa, tapi juga rokok tanpa tembakau ini sudah mulai digandrungi dan meracuni anak-anak SD.

‘’Bentuk rokok elektrik atau vaporizer nama bekennya, sangat menarik perhatian, ditambah dengan rasa yang beragam seperti permen, rasa buah-buahan dan lainnya sukses dipasarkan dengan bebas. Dengan sistem online, para remaja di bawah umur 18 tahun, bahkan siswa SD pun bisa dengan mudah melakukan pesanan rokok elektrik ini, ditambah rokok elektrik ini dapat di isi berulang kali,’’ ujar Ida Bagus Sedana, disela-sela mengenalkan bahaya penggunaan narkoba kepada puluhan siswa SD 17 Dangin Puri, Senin (23/1/2017).

Melalui sosialisasi ini, BNNK Denpasar menyuguhkan cuplikan tayangan tentang bahaya mengkonsumsi narkoba beserta kesaksian kurir dan pemakai narkoba serta siswa yang terjerat narkoba. Mereka ditampilkan dalam video.

‘’Sosialisasi semacam ini terkait bahaya dan penyebarannya sangat penting diketahui anak-anak sejak dalam pendidikan dasar,’’ kata Ida Bagus Sedana.

Baca Juga :  Layanan Perumda Tirta Sewaka Dharma Kembali Alami Gangguan

Dia mengatakan, saat ini, peyebaran narkoba hampir memasuki seluruh ruang elemen di masyarakat. Masyarakat awam, kalangan artis, mahasiswa, pelajar, dan ibu rumah tangga hampir tak terhindarkan dari penyebaran narkoba.

Narkotik dan berbagai zat adiktif lainnya memang layak dikenali oleh setiap orang, termasuk para siswa sekolah dasar tersebut. Hal ini, menurut Ida Bagus Sedana, supaya jenis dan bahaya narkoba bisa diketahui sebagai pengetahuan dan wawasan. Namun dalam artian bukan untuk didekati. Sebab, jika mendekati narkoba, akan mencoba dan akhirnya menjadi pemakai.

Kepala SDN 17 Dangin Puri, Ida Bagus Wibawa, menyambut baik acara sosialisasi ini.  Menurut dia, dengan sosialisasi ini, siswa SDN 17 Dangin Puri, mempunyai wawasan akan jenis dan bahaya narkoba.

Dengan dikenalkan berbagai jenis narkoba tersebut, siswa diharapkan dapat mengetahui secara jelas dampak dari pemakaian narkoba. Baik dampak pada kesehatan fisik maupun kesehatan jiwa.

Selain itu, IB Wibawa berharap orang tua siswa agar menjaga keharmonisan rumah tangga dan perhatiannya kepada anak. Menurut dia, jika hubungan keluarga harmonis, orang tua bisa berkomunikasi dengan baik pada anak. Setiap gerak-gerik dan perilaku putra-putrinya dapat terjaga dari hal-hal negatif yang mengarah pada narkoba. (tis/bpn)