BALIPORTALNEWS.COMSMAN 2 Kuta (SMANDUTA), Kamis (24/11/2016) dinilai Tim Lomba KSPAN Provinsi Bali. Sebagai duta Kabupaten Badung, Smanduta tampil dengan berbagai atraksi dan potensi dan kreativitas siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler KSPAN (Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba). Penilaian dihadiri Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta selaku Ketua Tim Penilai Provinsi Bali, Wakil Bupati Badung yang diwakili Asisten Pemerintahan dan kesra IB. Yoga Segara.

Kepala SMAN 2 Kuta, Drs. I Putu Jaya Kusuma, MPd menyampaikan, Sekolah SMAN 2 Kuta atau biasa disebut SMANDUTA memiliki siswa sebanyak 1.028 orang dimana Smanduta memiliki visi membangun insan yang cerdas yang berwawasan budaya dan lingkungan serta misi melaksanakan salah satu kegiatan ektrakulikuler yang efektif dan optimal. Melalui kegiatan ektrakulikuler dapat mewadahi minat, bakat, kreatifitas dan inovasi siswa. Salah satu ektrakulikuler Smanduta yaitu KSPAN, dimana kegiatan aktivitas sehari-harinya berpedoman pada misi KSPAN Smanduta yaitu mewujudkan generasi muda Smanduta yang cerdas, beriman, taqwa, kreatif dan bebas HIV AIDS serta Narkoba.

Baca Juga :  KSPAN Triska SMKN 3 Denpasar Dinilai, Wagub Sudikerta Ajak Siswa Pelihara Kesehatan

Misinya yaitu meningkatkan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, menanggulangi pengaruh negatif narkoba, seks beresiko dan kenakalan remaja, mewujudkan siswa Smanduta yang kreatif, inovatif dan berguna bagi keluarga, sekolah serta negara dan mendorong siswa untuk menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan.

Berkaitan dengan penanggulangan pengaruh negatif narkoba, seks beresiko dan kenakalan remaja, Smanduta bekerjasama dengan Babinkantibnas dan Polsek Kuta telah melaksanakan penyuluhan tentang HIV AIDS bahkan mengadakan sidak-sidak di sekolah Smanduta serta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Badung juga melaksanakan tes urine secara acak dan hasilnya tidak diketemukan siswa yang mengkonsumsi narkoba.

Dalam sambutan Wakil Bupati Badung yang juga selaku Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS kabupaten badung yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra IB Yoga Segara menyampaikan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya sekedar lomba tetapi dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah, di rumah dan di masyarakat, sehingga terbentuk prilaku yang membudayakan hidup bersih dan sehat dilingkungannya.

“Para siswa-siswi ini dapat dijadikan panutan bagi orang-orang disekitarnya dengan membangun kesadaran bersama untuk menjauhi hal-hal yang rentan terhadap penularan HIV AIDS serta meningkatkan kepedulian terhadap upaya mencegah dan mengurangi penularan HIV AIDS,” tambahnya.

Baca Juga :  Tekan Penyebaran HIV/AIDS, KPA Kota Denpasar Gelar Temu Informasi bersama Forum Guru Pembina KSPAN Tingkat SMP, SMA/SMK se-Kota Denpasar

Wakil bupati badung mengajak untuk tetap berkomitmen pada prilaku hidup bersih dan sehat dengan menghindari dari hal-hal yang rentan terhadap penularan HIV AIDS. 
Sementara itu, Wakil Gubenur Bali Ketut Sudikerta menyampaikan, kasus HIV dan AIDS paling banyak pada kaum laki-laki, hal tersebut karena laki-laki rentan dan kurang disiplin. Karenanya, ia menekankan kegiatan yang dapat membentengi generasi muda dari ancaman HIV AIDS dengan memberi pemahaman sejak dini dan berkelanjutan kepada anak didik tentang bahaya HIV/AIDS dan narkoba, sehingga persoalan tersebut dapat ditekan.

Menurutnya penularan HIV dan AIDS dapat disebabkan karena berhubungan sek bebas atau berganti-ganti pasangan, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, berhubungan seks tanpa mengunakan kondom.

Untuk mengindari HIV dan AIDS langkah yang harus dilakukan adalah, setia pada satu pasangan, menggunakan kondom, berhubungan pada waktunya, tidak mengunakan obat terlarang dengan jarum suntik dan jauhi HIV dan AIDS dengan berprilaku hidup sehat.

Lanjut disampaikan kegiatan lomba KSPAN ditingkat provinsi ini tidak terlepas dari pada upaya pemerintah provinsi bali mencetak suatu prestasi  terdapat dari kader-kader muda untuk melahirkan generasi yang mampu untuk memberikan edukasi-edukasi kepada teman-teman sejawatnya, lingkungan dan pada masyarakat umum karena dengan ini kita akan bisa menekan terjadinya pertumbuhan HIV dan AIDS serta pengkomsumsian obat terlarang. Karena dua persoalan ini memiliki satu korelasi yang tidak bisa dipisahkan yang harus ditangani pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. (humasbadung/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini