BALIPORTALNEWS.COM – SMAN 2 Denpasar sebagaiduta Denpasar Selatan dalam lomba Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) tingkat Kota Denpasar dinilai, Rabu (24/8/2016) kemarin. Tim penilai Kota Denpasar yang diketuai dr. Ayu Witriasih, M.Kes., disambut Camat Denpasar Selatan, A.A. Gede Risnawan; Kepala SMAN 2 Denpasar, Drs. Ida Bagus Sueta Manuaba, M.Pd., beserta jajaran dewan guru dan siswa.

Kepala SMAN 2 Denpasar, Ida Bagus Sueta Manuaba mengungkapkan, di lomba PKTP ini sebagai duta Denpasar Selatan tampil apa adanya dan bersungguh-sungguh, bukan program semu. Di ajang itu, SMAN 2 Denpasar menampilkan berbagai kreativitas dalam upaya penanggulangan kanker bagi remaja sejak dini. Di antaranya melakukan sosialisasi ke kelas-kelas antarteman sejawat, serta terjun ke masyarakat.

Program yang dibuat SMAN 2 Denpasar sangat pro-rakyat dan melalui lomba PKTP ini SMAN 2 Denpasar yang beken dengan sebutan Resman bertekad membiasakan pola hidup sehat, cerdas dan mandiri di lingkungan warga sekolah tentang bahaya dan akibat penyakit kanker.

Ida Bagus Sueta Manuaba menambahkan, program PKTP di sekolah diterjemahkan lewat program mengkampanyekan pola hidup bersih dan sehat, membuat jamu tradisional atau loloh untuk mencegah penyakit kanker. Selain itu juga ada aneka jajan dari buah lokal, lewat poster dan koran dinding, koor dan kantin sehat.

Tak ketinggalan materi tentang bahaya kanker juga diintegrasikan dalam mata pelajaran. Termasuk penandatanganan pernyataan untuk melaksanakan program PKTP di SMAN 2 Denpasar antara kepala sekolah, dewan guru dan staf untuk komitmen melaksanakan program PKTP di sekolah.

Serta komitmen antara sekolah dengan pedagang yang berjualan di kantin untuk selalu menjual makanan dan minuman yang tidak mengandung 5P yakni pengawet, pemanis, penyedap, pengenyal, dan pewarna. Termasuk melarang kantin sekolah menjual minuman beralkohol, rokok dan sejenisnya yang dapat menyebabkan kanker

Camat Denpasar Selatan, A.A. Gede Risnawan, mengapresiasi semangat SMAN 2 Denpasar mengikuti lomba PKTP. Melalui lomba PKTP ini ia menghimbau kepada seluruh masyarakat dimulai dari lingkungan sekolah agar mau menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat, serta mempengaruhi keluarga sebagai penyebarluasan informasi terkait tata cara mengindari penyakit kanker untuk mencapai kesehatan yang optimal.

Ketua Tim Penilai dr. Ayu Witriasih, M.Kes., mengatakan, program PKTP ini diharapkan dapat memberikan pengertian kepada siswa tentang bahaya dari penyakit kanker serta pencegahannya termasuk pola hidup bersih dan sehat, sehingga siswa dapat mentransfernya di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat sekitarnya. Ia juga menghimbau, agar para siswa, guru-guru tidak merokok, karena merokok merupakan penyebab dari kanker paru.

Penilaian dalam lomba PKTP ini meliputi penyuluh kanker, koor kanker, simulasi penanggulangan kanker, tanaman obat keluarga (toga),  kantin sekolah, dan ruang UKS. (tis/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini