Mahasiswa FMIPA Merintis Bisnis Pembuatan Drone

BALIPORTALNEWS.COM, YOGYAKARTA – Mahasiswa UGM mengembangkan bisnis dalam bidang aeronutika. Usaha yang dirintis sejumlah mahasiswa Fakultas MIPA ini bergerak dalam pembuatan dan jasa pelatihan pengoperasian pesawat tanpa awak atau yang dikenal dengan drone.

Ikhsan Tanoto Mulyo, tim pengembang jasa pelatihan drone “The Doctor Drone” menyampaikan pengembangan bisnis ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung kemandirian dan kedaulatan kedirgantaraan Indonesia melalui pembuatan drone dalam negeri. Pasalnya, hingga saat ini sebagian besar drone yang digunakan masyarakat Indonesia dipenuhi dengan produk impor.

“Kebanyakan drone yang dipakai pengguna Indonesia merupakan produk impor. Oleh sebab itu kami mengambil peran untuk membantu dalam manufaktur drone,” jelasnya, Kamis (22/6/2017) di UGM.

Ikhsan bersama dengan keempat rekannya yaitu Deva Agus P, Rizky Agung, Muhammad Fadhlullah, dan Selvi Faristasari tidak hanya bergerak dalam bidang usaha pembuatan drone lokal. Namun begitu, mereka juga menyediakan jasa pelatihan foto udara dan pembuatan drone.

Saat ini mereka memproduksi drone jenis quadcopter dalam dua tipe yaitu drone basic dan drone pro yang dibanderol dengan harga antara Rp. 6 juta hingga Rp. 10 juta. Drone basic memiliki spesifikasi X330 alumunium, motor RC, timer 750kv, ESC 30 A hobbywing, FC naza lite, proppeler 4 cw ccw, dan remote 6ch. Sedangkan drone pro memiliki spesifikasi Rc timer 750kv, frame 450, propeller 1050, Fc naza dan GPS, ESC 30A hobbywing, camera action 1080, video sender TX/RX, serta remote jangkauan luas.

“Saat ini  kami juga tengah mengembangkan drone jenis fixed wing,” tambahnya.

Ikhsan menyampaikan produk yang dikembangkan memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan produk sejenis dipasaran. Drone yang diproduksi mudah digunakan dan dari segi  pelayanannya Doctor Drone memiliki gagasan “One Stop Service”“One Stop Service” ini adalah pemberian garansi dan perawatan selamanya.

“Kami berusaha terus berinovasi dan  mengembangkan konsep drone dengan tingkat energi yang lebih tahan lama (solar cell multicopter),”urainya.

Produk drone yang dikembangkan lima mahasiswa muda ini sudah beredar dipasaran. Bagi Anda yang berminat dapat memesan secara online di tokopedia, bukalapak dan Fb: Doctor Drone. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Robot Pengecat Tembok Luar Gedung Bertingkat Karya Mahasiswa UGM

BALIPORTALNEWS.COM, YOGYAKARTA – Mahasiswa UGM mengembangkan robot pengecat tembok luar gedung bertingkat. Inovasi di bidang teknologi ini mempermudah proses pengecatan gedung bertingkat.

Mereka adalah Arifandhi Nur M (FMIPA), Habib Astari A (FMIPA), Pa’at Wahyu K S (SV), Imroatul Mufidah (FK), dan Istria Rimba S (FT). Pengembangan robot  lahir mellaui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) di bawah bimbingan Andi Dharmawan S.Si., M.Cs.

“Robot ini bisa menggantikan kinerja manusia  dan penggunaanya diharapkan bisa meminimalisir angka kecelakaan kerja,” terang Arifandhi Nur M selaku ketua tim, Jumat (16/6/2017) di UGM.

Data BPJS Ketenagakerjaan mencatat hingga November 2016 terjadi 101.367 kasus kecelakaan kerja. Sementara sebanyak 2.382 orang meninggal akibat kecelakaan tersebut.

Arifandhi menjelaskan prototipe robot pengecat gedung bertingkat dibuat menggunakan arduino dan single board computer untuk mengontrol pergerakannya. Robot ini dapat mengecat bidang datar dengan luas permukaan sesuai keinginan operator.

“Alat pengecat yang digunakan berbentuk semprot dengan tiang yang memiliki dua derajat kebebasan yaitu X dan Y sebagai sumbu gerakan,” ujarnya.

Cara pengoperasian robot ini cukup mudah. Operator cukup menginput luasan bidang pengecatan dan warna cat. Setelah itu sensor kamera akan menangkap gambar tembok yang akan dicat. Apabila ditemukan tembok dalam keadaan belum dicat maka semprotan akan bergerak menyemprot bagian tersebut. Ketika proses pengecatan usai, robot akan melakukan scanning untuk mengecek kualitas hasil pengecatan.

“Robot bisa mengecat tembok dengan luasan maksimal 2×2 meter,”jelasnya.

Dengan menggunakan robot ini, Arifandhi menuturkan operator dapat mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses pengecatan tembok dengan akurat karena. Sebab, kecepatan penyemprotan saat proses penegcatan dapat diatur sesuai keinginan. Selain itu proses pengecatan dapat dilakukan secara terus-menerus dan konstan.

“Harapannya robot dapat diimplementasikan secara nyata dan dengan penggunaanya angka kecelakaan kerja khususnya bidang konstruksi dapat ditekan,”pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Bantuternak, Aplikasi Penghubung Peternak dengan Pemodal

BALIPORTALNEWS.COM – Mahasiswa UGM mengembangkan aplikasi investasi sosial berbasis peternakan yang dinamai Bantuternak. Bantuternak merupakan platform yang mempertemukan investor dengan peternak sapi.

Startup yang dibangun Ray Rezky Ananda (Fakultas Peternakan), Hanifah Nisrina (FKH)  serta Ayub dan Fata (FT)  melalui ajang innovative Academy 3 UGM ini dikembangkan untuk membantu peternak sapi mendapatkan modal beternak. Pengembangan usaha ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap kondisi petrenakan Indonesia khususnya peternakan sapi yang semakin menurun.

“Jumlah peternak semakin menurun, salah satunya karena peternak sulit memperoleh modal untuk membeli anakan sapi,” jelas CEO Bantuternak Ray Rezky di hadapan wartawan, Senin (5/6/2017) di Ruang Fortakgama UGM.

Ditambah dengan adanya ketidakseimbangan pasokan daging. Kondisi ini menyebabkan Indonesia harus mengimpor sapi dari luar  untuk pemenuhan kebutuhan dagi sapi nasional.

“Sekitar 30 % daging masih impor, bahkan di tahun 2016 tercatat Indonesia harus mengeluarkan anggaran 1 triliun untuk impor sapi ini,” ujarnya.

Melihat kondisi ini, dia bersama ketiga rekannya berinisiatif mengembangkan bisnis sosial berbasis teknologi untuk membantu peternak. Selain itu juga kedepan diharapkan dapat menjadi salah sau solusi dalam mengurangi impor daging sapi.

“Selain bisa mendapat keuntungan, berinvestasi di Bantuternak juga membantu mensejahterakan peternak karena melibatkan dan memberdayakan masyarakat bawah,” urainya.

Investasi Bantuternak bekerja dengan memberikan satu sapi setiap ada investor masuk. Adapun investasi yang ditawarkan mulai dari nominal Rp. 10 ribu dengan masa investasi jangka pendek yaitu 5 bulan.

“Nantinya 1 sapi dengan paket harga Rp. 12 juta termasuk pakan dan vaksinasi akan dipelihara peternak selama 5 bulan untuk kemudian dijual kembali,” jelasnya.

Hasil dan keuntungan penjualan akan dibagi kepada investor, peternak, dan tim manajemen Bantuternak. Bentuk bagi hasilnya dengan prosentase 70% investor, 20%peternak, dan 10 % tim manajemen.

Ditambahkan Hanifah, melalui aplikasi Bantuternak, para investor tidak hanya bisa melihat profil dan memilih peternak. Namun, juga  dapat memantu perkembangan ternaknya. Terdapat laporan mingguan yang memaparkan kondisi ternak, baik status kesehatan, berat badan, pakan, vaksin, serta estimasi harga jual.

Aplikasi yang baru saja dirilis di playstore pada akhir Mei 2017 lalu ini telah berhasil di unduh tidak kurang dari 300 orang. Bahkan saat ini sudah menggandeng 30 investor dan melibatkan 15 peternak sapi di Dusun Plemadu, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

“Sekarang sudah bisa membantu 1 peternak. Semoga kedepan bisa bisa bejalan secara bekelanjutan untuk mendukung program swasembada daging nasional 202 dan meningkatkan perekonomian peternak desa secara mandiri,” pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn; foto: firsto)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Mahasiswa UGM Kembangkan Gamelan Untuk Tuna Netra

BALIPORTALNEWS.COM – Lima mahasiswa UGM mengembangkan gamelan untuk penyandang tunanetra. Gamelan yang diberinama E-Gamatuna ini dapat membantu tunanetra dalam memainkan gamela.

Mereka adalah Fadil Fajeri (SV, Teknik Elektro), Dinar Sakti Candra Ningrum (SV, Elins), Muhammad Ali Irham (SV, Elins), Sapnah Rahmawati (SV, Ekonomi Terapan), dan Musfira Muslihat (Psikologi). Kelimanya mengembangkan gamelan dibimbing oleh Ma’un Budiyanto, S.T., M.T. , melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) UGM 2017.

Ketua pengembang E-Gamatuna, Fadil mengungkapkan pengembangan E-Gamatuna sebagai media untuk meningkatkan eksistensi gamelan di masyarakat termasuk kalangan difabel seperti tunanetra. Dengan alat yang dikembangkan diharapkan dapat memudahkan tuanantera dalam memainkan gamelan.

“Butuh pembelajaran ekstra bagi tunanetra untuk bisa menggunakan gamelan. Namun dengan E-Gamatuan ini bisa mengurangi kesulitan penyandang tunanetra untuk belajar dan memainkan gamelan denganlebih praktis,” paparnya, Senin (5/6/2017) saat bincang-bincang dengan wartawan di Ruang Fortakgama UGM.

Fadil menyebutkan E-Gamatuna tersusun dari dua bagian utama yaitu hardware dan software. Dilengkapi dengan sensor finger touch yang terbuat dari alumunium foil untuk memudahkan tunanetra dalam memainkan gamelan.

“Ada sensor finger touch yang jika disentuh ke grounding akan mengirimkan data ke mikrokomputer dan data yang telah diproses dikirim ke software menjadi sebuah nada,” tuturnya.

Sensor nada ini dipasangkan di  tujuh jari tangan yaitu 4 jari kiri dan 3 jari kanan. Mampu mengeluarkan nada dengan notasi kepatihan. Notasi kepatihan ini merupakan notasi angka dalam bahasa jawa, yaitu ji, ro, lu, pat, mo, nem, pi.

Sapnah menjelaskan saat ini E-Gamatuna masih berupa prototipe dengan isntrumen saron. Namun kedepan akan dikembangkan instrumen lainnya seperti demung dan peking.

Pengembangan alat ini ini tidak hanya membantu penyandang tunanetra memainkan gamelan. Namun demikian, juga semakin memperluas upaya promosi kebudayaan tradisional Indonesia.

“Dengan adanya E-gamatuna diharapkan tuna netra dapat ikut serta berkontribusi dalam mempromosikan budaya Indonesia,” ujarnya. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Mahasiswa UGM Kembangkan Aplikasi Edukasi Interaktif Tuturpedia

BALIPORTALNEWS.COM – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer UGM mengembangkan aplikasi edukasi yang menarik untuk memacu semangat belajar siswa. Aplikasi yang dinamai Tutorpedia ini bahkan berhasil meraih juara dua lomba IDEAFUSE 2017 kategori Innovative App Idea Exhibition pada bulan Mei lalu.

Tutorpedia dibuat oleh tersebut berhasil berbasis android Prabowo Wahyu Sudarno, Tommy Wahyu Yudialim, Ahmad Fauzi Wibowo, dan Komang Ary Tebuana. Dikembangkan dibawah bimbingan Guntur Budi Herwanto, S.Kom., M.Cs.

Prabowo mengatakan aplikasi Tutorpedia merupakan aplikasi edukasi yang dikembangkan berbasis android. Aplikasi ini menawarkan kenyamanan belajar dengan fitur-fitur menariknya.

“Ada fitur materi lengkap yang interaktif, fitur event yang berisi try out tiap minggunya, konsultasi, dan fitur utama kita mencari tutor,” jelasnya, Selasa (30/5/2017).

Tidak hanya itu, Iaplikasi ini juga  menyediakan fitur gamifikasi. Fitur ini memungkinkan para pengguna untuk saling membantu menjawab soal. Apabila jawaban dirasa membantu, pengguna bisa mendapatkan like dari pengguna lain yang dapat ditukarkan dengan hadiah. Selain itu, dalam aplikasi yang dikembangkan sejak Desember 2016 lalu juga mengadakan acara “Weekly Quest” yakni sebuah tantangan mingguan berupa soal-soal. Pengguna yang mampu mengerjakan tantangan tersebut juga berhak atas poin yang juga bisa ditukarkan dengan hadiah. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

BBM Ajak Kreator dan Ilustrator Indonesia untuk Unjuk Kreativitas di BBM Sticker Factory

BALIPORTALNEWS.COM – BBM, aplikasi pesan yang paling banyak digunakan di Indonesia, menghadirkan platform khusus untuk para kreator dan ilustrator stiker di seluruh negara pengguna aktif BBM, termasuk Indonesia.

Platfom yang dinamakan BBM Sticker Factory memungkinkan para kreator, ilustrator bahkan pengguna untuk merancang stiker mereka sendiri serta berinteraksi satu sama lain. Stiker yang unik dan menarik akan mendapat kesempatan untuk terbit di fitur BBM Sticker.

Selain menghadirkan BBM Sticker Factory, BBM pun turut mengadakan BBM Sticker Contest untuk menjaring para kreator dan ilustrator berbakat dari mancanegara, termasuk Indonesia. Kontes yang telah diselenggarakan sejak 2014 ini sudah menghasilkan ribuan stiker yang kini terdaftar di BBM Sticker Shop.

Matthew Talbot, CEO BBM mengungkapkan, BBM Sticker Factory merupakan upaya BBM untuk memberikan kesempatan kepada para kreator pemula untuk mempublikasikan karya mereka ke khalayak yang lebih luas. BBM pun ingin menciptakan karakter stiker baru yang unik dengan sentuhan rasa lokal.

Matthew menambahkan, para kreator dan ilustrator pemula cukup membuat akun di situs BBM Sticker Factory (http://stickerfactory.bbm.com), dan mengunggah karya-karya mereka. Sticker yang berhasil diunggah secara otomatis berkesempatan mengikuti BBM Contest dan mendapatkan hadiah setiap bulannya.

BBM memiliki ketentuan-ketentuan tersendiri untuk setiap stiker yang sudah diajukan oleh para kreator. Apabila stiker telah sesuai maka BBM akan memproses ke tahap selanjutnya yakni meninjau semua stiker yang dikirimkan, dan memilih yang terbaik untuk diterbitkan. Stiker yang terpilih akan dikirimkan ke BBM Sticker Shop Global, sehingga para pengguna BBM dari seluruh dunia dapat mengunduh stiker tersebut di menu Discover. Stiker-stiker tersebut juga dapat dibuat dalam berbagai versi bahasa seperti Inggris, Indonesia, Perancis, Korea, Jepang, Spanyol, Thailand, Cina, Portugis, Jerman, dan Yunani.

Bahkan di penghujung bulan, BBM akan memberikan hadiah kepada lima kreator yang berhasil menciptakan stiker populer di menu Discover di bulan tersebut. Hadiah yang ditawarkan BBM termasuk kesempatan untuk berbagi keuntungan penjualan stiker. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Waspada Virus Teroris, Jangan Langsung Nyalakan Komputer Kantor Hari Senin Besok!

BALIPORTALNEWS.COM – Seperti yang diberitakan di beberapa media baik di dalam ataupun luar negeri, telah terjadi fenomena serangan siber di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan dalam siaran pers menyampaikan serangan siber ini bersifat tersebar dan masif serta menyerang critical resource (sumber daya sangat penting), maka serangan ini bisa dikategorikan teroris siber.

Di Indonesia, berdasarkan laporan yang diterima oleh Kominfo, serangan ditujukan ke Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais.  Dengan adanya serangan siber ini pihaknya minta agar masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kehati hatian dalam berinteraksi di dunia siber.

Semmy menjelaskan serangan siber yang menyerang Indonesia berjenis ransomware. Ransomware adalah sebuah jenis malicious software atau malware yang menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer korban atau meng-encrypt semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali.

Tahun ini sebuah jenis ransomware baru telah muncul dan diperkirakan bisa memakan banyak korban. Ransomware baru ini disebut Wannacry. Wannacry ransomware mengincar PC berbasis windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi SMB yang dijalankan di komputer tersebut.

Saat ini diduga serangan Wannacry sudah memakan banyak korban ke berbagai negara. Oleh karena itu penting untuk melakukan serangkaian tindakan pencegahan dan juga penanganan apabila terjadi insiden.

Infeksi dan Penyebaran :

  • Wannacry menginfeksi sebuah komputer dengan meng-enkripsi seluruh file yang ada di komputer tersebut dan dengan menggunakan kelemahan yang ada pada layanan SMB bisa melakukan eksekusi perintah lalu menyebar ke computer windows lain pada jaringan yang sama.
  • Semua komputer yang tersambung ke internet yang masih memiliki kelemahan ini apalagi komputer yang berada pada jaringan yang sama memiliki potensi terinfeksi terhadap ancaman Wannacry. Setiap komputer windows yang sudah terinfeksi akan mendapatkan tampilan seperti gambar page di atas.
  • Dari tampilan diketahui bahwa Wannacry meminta ransom atau dana tebusan agar file file yang dibajak dengan enkripsi bisa dikembalikan dalam keadaan normal lagi. Dana tembusan yang diminta adalah dengan pembayaran bitcoin yang setara dgn 300 dollar amerika.
  • Wannacry memberikan alamat bitcoin untuk pembayarannya. Disamping itu juga memberikan deadline waktu terakhir pembayaran dan waktu dimana denda tebusan bisa naik jika belum dibayar juga.

Tindakan Pencegahan sebelum infeksi :

  • Cabut Kabel LAN/Wifi
  • Lakukan Backup Data
  • Update Anti-Virus
  • Update security pada windows anda dengan install Patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh microsoct. Lihat : https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx
  • Jangan mengaktifkan fungsi macros Non aktifkan fungsi SMB v1
  • Block 139/445 & 3389 Ports
  • Ulangi, selalu backup file file penting di komputer anda dan di simpan backupnya ditempat lain

Tindakan Setelah Infeksi :

  • Saat ini belum ada solusi yang paling cepat dan jitu untuk mengembalikan file file yang sudah terinfeksi wannacry. Akan tetapi memutuskan sambungan internet dari komputer yang terinfeksi akan menghentikan penyebaran wannacry ke komputer lain yang rentan vulnerable.

Sebagai tambahan yang sangat penting, ID-SIRTII menghimbau agar pada hari Senin besok dan kantor akan buka, mohon diwaspadai ancaman ini dan melakukan hal-hal sebagai berikut.

Agar PC-PC dan bentuk komputer personal dan jaringan lainnya jangan terhubung ke LAN dan Internet dulu, terlebih dahulu lakukan backup data penting, pastikan software anti virus sudah update serta security patch yang disarankan oleh microsoft dilakukan terlebih dahulu. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Baju Bink Solusi Bagi Pasien Terpasangan Infus

BALIPORTALNEWS.COM – Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi baju untuk pasien terpasang infus. Baju ini memudahkan pasien yang terpasang infus dalam mengenakan pakaian.

Mereka adalah Indah Jana Permana Devrin (FK), Daryatul Choiriyah (FT), Lasmaida F Br BB (FK), Rakananditya Said (MIPA), dan Yogi Hasna Meisyarah (FK). Kelimanya membuat baju inovatif yang dinamai dengan Bink. Lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) UGM di bawah bimbingan Sri Hartini, S.Kep., Ns., M.Kes., PhD. .

Indah menyampaikan pembuatan baju ini berawal dari pengalaman kebanyakan pasien terpasang infus yang mengalami kesulitan dalam melakukan perawatan diri, salah satunya dalam mengganti baju. Adanya selang infus pada lengan menjadikan pasien kedulitan saat mengganti baju.

“Sampai sekarang belum ada baju pasien yang dirancang khusus untuk pasien terpasang infus. Karenanya kami berupaya membuat baju khusus untuk pasien terpasang infus,” paparnya, Selasa (2/5/2017) di UGM.

Baju yang dikembangkan didesain dengan bukaan pada lengan. Dengan desain ini mempermudah pasien terpasang infus dalam mengganti, memakai, maupun melepas baju meskipun dalam kondisi terpasang infus.

“Dengan baju yang mudah dipakai dan dilepas, diharapkan membantu memudahkan pasien maupun tenaga kesehatan saat mengganti baju,” jelasnya.

Dengan baju ini juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pasien. Tidak hanya itu, juga untuk mengurangi terjadinya risiko infeksi dan inflamasi akibat pergeseran jarum infus. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Polda Bali Sosialisasikan Aplikasi Salak Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Penggunaan teknologi dan smartphone di masyarakat yang semakin meningkat menuntut Polda Bali untuk menggunakan media pelayanan yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat Bali. Sehingga sistem pelaporan masyarakat tidak dilakukan secara manual lagi dan sarana pelaporan bagi masyarakat pada saat kejadian perkara dapat direspon secara cepat.

Atas hal tersebut, Kepala Bidang Teknologi Informasi Polri (Kabid Tipol) Polda Bali Kombes Pol. I Gusti Gede Harnawa Pasimpangan didampingi Kasubbid Tekkom Bidang Tipol Polda Bali AKBP Maman Sudirman melaksanakan sosialisasi kepada personel Polda Bali terkait penggunaan aplikasi online yang diberi nama “SALAK BALI”, di Halaman Depan Mapolda Bali saat pelaksanaan apel pagi, Selasa (18/4/2017).

Dihadapan peserta apel, Kombes Pol. I Gusti Gede Harnawa Pasimpangan menyampaikan bahwa Sistem Aplikasi Layanan Kepolisian Bali (SALAK BALI) adalah bentuk solusi alternatif layanan Polda Bali kepada masyarakat berbasis online untuk melaporkan atau mengadukan tentang permasalahan yang terjadi berkaitan dengan adanya situasi kedaruratan, gangguan kamtibmas, tindak pidana, pelanggaran, kemacetan, narkoba dan lain-lain. “Ini adalah salah satu program Polda Bali dalam rangka perwujudan implementasi program Promoter Polri yaitu modernisasi teknologi pendukung pelayanan publik,” ujarnya.

Diharapkan melalui penggunaan aplikasi SALAK BALI, masyarakat akan lebih mudah dan secara cepat dapat mengakses layanan Kepolisian. Selain itu, masyarakat juga dapat memonitor langsung progress atas informasi atau laporan yang disampaikan. “Saat ini baru tahap sosialisasi, belum di lounching aplikasinya,” tegas perwira tiga melati dipundak ini. (binaw/humas-poldabali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :