BALIPORTALNEWS.COM – Dinas Peternakan (Disnak) Tabanan menggelar bimbingan teknis (bimtek) kepada para kader vaksinatur desa, di Ruang Pertemuan BP3K Kecamatan Seltim, Selasa (18/4/2017).

Acara tersebut dihadiri drh. Wiswara dari Disnak Tabanan, Camat Seltim diwakili Kasi Trantib Kecamatan Seltim I Made Suteja, para babinsa, 10 anggota Bhabinkamtibmas Polsek Seltim, dan UPTD  Peternakan Seltim I Wayan Wiranatha.

Drh. Wiswara dalam materi yang disampaikan tentang rabies sebagai suatu penyakit hewan menular akut, disebabkan virus yang menyerang sistem syaraf pusat hewan berdarah panas. Dan,
dapat menular kepada manusia lewat gigitan atau cakaran, juga lewat luka yang terkena air liur hewan penderita rabies.

Dijelaskan tanda-tanda penyakit rabies terhadap hewan dan manusia. Jika hewan, yaitu bentuk diam, suka bersembunyi di tempat sejuk. Terjadi kelumpuhan, air liur menetes. Kematian terjadi beberapa jam. “Bentuk ganas hewan menjadi lupa kepada tuannya, agresif, suara parau, menyerang apa saja, ekor melengkung ke perut, dan mati saat 4-7 hari setelah menggigit,” jelasnya.

Tanda-tanda rabies terhadap manusia, yaitu timbul gejala lesu, mual, demam tinggi, sakit kepala, dan tidak bisa tidur. Juga rasa nyeri di bekas gigitan, bicara tidak jelas, takut dengan cahaya dan udara. Selain itu kejang-kejang, lalu mengalami kelumpuhan dan akhirnya meninggal dunia. “Biasanya penderita meninggal 4-6 hari setelah gejala timbul,” ujarnya.

Cara penularan virus, katanya, ditularkan ke hewan lain atau ke manusia, melalui luka gigitan hewan penderita rabies. Penanganan hewan penderita rabies, segera mencuci luka gigitan dengan air bersih dan sabun, kemudian keringkan dengan kain bersih. “Bersihkan menggunakan alkohol 70 persen. Bawa ke rumah sakit. Pengobat terhadap manusia dapat dilakukan dengan pemberian VAR, sesuai dengan prosedur,” terang Wiswara.

Dia menambahkan, pencegahan rabies dan cara memelihara hewan peliharaan yang baik, yaitu mengikat, tidak dilepas, pemberian vaksinasi, eliminasi, dan penyuluhan.

Kapolsek Selemadeg Timur AKP Surya Kusuma juga berharap, dengan penyelenggaraan bimtek ini, para bhabinkamtibmas dan babinsa dapat menyosialisasikan ke masyarakat. “Penting disosialisasikan, agar wilayah Seltim bisa terbebas dari bahaya rabies,” tegasnya. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :