
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pemerintah Kabupaten Karangasem membutuhkan anggaran besar untuk menjalankan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Dari hasil pembahasan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2026, total kebutuhan anggaran seluruh usulan program dan kegiatan mencapai sekitar Rp1,84 triliun.
Besarnya kebutuhan tersebut mencerminkan tingginya tuntutan pembangunan di berbagai sektor. Mulai dari penguatan ekonomi daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga pembenahan infrastruktur dan pelayanan dasar menjadi fokus utama yang harus segera ditangani.
Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, menegaskan bahwa seluruh usulan yang masuk merupakan kebutuhan nyata di lapangan. Namun demikian, keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi tantangan tersendiri dalam merealisasikan seluruh program.
“Tidak semua usulan bisa langsung diakomodir. Karena itu, perlu dilakukan penyaringan agar program yang dijalankan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam penyusunan RKPD 2027, tercatat usulan dari perangkat daerah mencapai 207 program, 479 kegiatan, dan 1.462 subkegiatan, dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp1,84 triliun.
Sementara itu, Kepala Bappeda Karangasem, I Gusti Bagus Widiantara, menyampaikan bahwa Musrenbang menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah agar lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
“Musrenbang ini bertujuan menyepakati permasalahan pembangunan, prioritas daerah, serta program dan indikator kinerja perangkat daerah untuk tahun 2027,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah isu strategis masih menjadi perhatian utama, di antaranya belum optimalnya pengembangan potensi wilayah, tingginya angka kemiskinan, persoalan sampah, kerusakan infrastruktur jalan, keterbatasan akses air bersih, serta tantangan di sektor pendidikan dan layanan kesehatan.
Dengan besarnya kebutuhan anggaran tersebut, pemerintah daerah dihadapkan pada tantangan untuk mengoptimalkan sumber pendapatan sekaligus memastikan penggunaan anggaran berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.
“Hasil akhir dari Musrenbang ini nantinya akan menjadi dasar dalam penetapan RKPD 2027 serta acuan dalam penyusunan APBD Kabupaten Karangasem,” jelasnya.(adv/bpn)












