
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Rangkaian Upacara Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih diawali dengan pelaksanaan upacara nedunang pralingga Ida Bhatara, Senin (30/3/2026).
Prosesi sakral ini menjadi tahapan penting sebelum pelaksanaan upacara melasti pralingga Ida Bhatara ke pasucian Tegal Suci, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (31/3/2026).
Ketua Panitia Karya, Jro Mangku Widiartha, menjelaskan bahwa upacara nedunang pralingga dilaksanakan pada sore hari, sekitar pukul 15.00 Wita. Sebelumnya, telah digelar rangkaian upacara mapiuning dan nuwur tirta pada pagi hari sebagai bagian dari persiapan spiritual.
Menurutnya, makna dari nedunang pralingga Ida Bhatara adalah simbol turunnya Ida Bhatara sareng sami (semua) dan berkumpul di Pesamuan Agung. Prosesi ini juga menjadi penanda kesiapan untuk memasuki tahapan penyucian melalui upacara melasti.
“Melalui nedunang ini, dimaknai bahwa Ida Bhatara parantos rauh sareng nyarengin ring Pesamuan Agung, sebagai awal dari rangkaian penyucian ke pasucian Tegal Suci,” ungkapnya.
Upacara tersebut dipuput oleh masing-masing pemangku pengempon dengan suasana khidmat, serta diikuti oleh para pemedek yang tangkil untuk menghaturkan bhakti.
Sementara itu, panitia memastikan seluruh sarana dan prasarana untuk pelaksanaan melasti telah siap. Sesuai rencana, pralingga Ida Bhatara akan memargi menuju pasucian Tegal Suci mulai pukul 10.00 WITA.
Rangkaian IBTK 2026 di Pura Agung Besakih ini diperkirakan akan dihadiri ribuan pemedek dari berbagai wilayah di Bali, sehingga kesiapan teknis dan spiritual terus dimatangkan oleh panitia.(st/bpn)












