
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan masih menunggu kepastian bantuan dari pemerintah pusat untuk mendukung penguatan sektor pertanian pada tahun 2026.
Bantuan yang dinanti berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), khususnya traktor, yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani di daerah.
Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian, I Putu Gede Suwata Berata, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil koordinasi terakhir, Karangasem berpeluang mendapatkan bantuan lima unit traktor.
Namun hingga kini, pihaknya masih menunggu surat resmi dari pemerintah pusat sebagai dasar penyaluran bantuan tersebut.
“Usulan tersebut merupakan bagian dari upaya daerah dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya dalam mendukung program swasembada pangan,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, bantuan alsintan tersebut merupakan tindak lanjut dari puluhan proposal yang telah diajukan melalui Pemerintah Provinsi Bali ke pemerintah pusat.
Jika bantuan terealisasi, dinas akan melakukan verifikasi terhadap kelompok tani penerima. Proses ini meliputi pengecekan kesiapan lahan, jenis komoditas, hingga kesesuaian penggunaan alat dengan kondisi pertanian setempat.
Menurutnya, bantuan traktor umumnya diprioritaskan untuk kelompok subak dengan lahan persawahan aktif, mengingat alsintan tersebut lebih efektif digunakan pada lahan basah dibandingkan lahan kering.
Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 65 proposal bantuan alsintan telah diajukan oleh Pemkab Karangasem. Jumlah tersebut berpotensi terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan petani di lapangan.
Pihaknya menegaskan, jika kembali dibuka kesempatan pengajuan bantuan, Karangasem siap mengusulkan lebih banyak proposal guna memperkuat sektor pertanian daerah.
Dengan adanya dukungan alsintan dari pemerintah pusat, diharapkan produktivitas pertanian di Karangasem dapat meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.(st/bpn)












