Karya Metatah Lan Atma Wedana Massal
Wali Kota Denpasar, I.G.N Jaya Negara saat melaksanakan Ngajum Sangge serangkaian Karya Metatah Lan Atma Wedana Massal yang di Gelar Banjar Bun, Desa Pakraman Denpasar, Kelurahan Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur bertepatan dengan rahina Tilem Kasa, Soma Wage Julungwangi, Senin (17/7/2023). Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara ngayah “Ngajum Sangge” serangkaian Karya Metatah Lan Atma Wedana Massal yang di Gelar Banjar Bun, Desa Pakraman Denpasar, Kelurahan Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur bertepatan dengan rahina Tilem Kasa, Soma Wage Julungwangi, Senin (17/7/2023). Sebelumnya, Wali Kota Jaya Negara juga hadir dalam kegiatan upacara metatah dan berkesempatan ikut menjadi sangging dalam upacara tersebut.

Tampak hadir juga dalam kesempatan ini, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede.

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Lepas Kontingen Denpasar untuk Porjar Provinsi Bali Tahun 2026

Disela-sela acara Wali Kota Jaya Negara menyampaikan, bahwa Ngajum Sangge ini dilakukan setelah daun beringin tiba di tempat upacara, maka untuk masing-masing perwujudan roh, dipilih sebanyak 108 lembar, dirangkai sedemikian rupa kemudian disebut Sekah. Jumlah Sekah sebanyak roh yang akan diupacarakan, di samping jumlah tersebut, dibuat juga untuk Lingga atau Sangge.

Lebih lanjut, setelah Sekah dihiasi seperti tubuh manusia dengan busana selengkapnya (berwarna putih), dilakukan upacara Ngajum, yaitu menstanakan roh pada Sekah tersebut, sekaligus ditempatkan di panggung upacara yang disebut Payajnyan (tempat upacara yang khusus untuk itu terbuat dari batang pinag yang sudah dihaluskan).

Baca Juga :  Wali Kota Jaya Negara Pimpin Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila di Denpasar

“Kami sangat memberikan apresiasi atas pelaksanaan Karya Metatah dan Atma Wedana Massal ini, dimana ini merupakan upaya untuk meringankan beban krama adat, dan sejalan dengan konsep Vasudhaiva Kutumbhakam yang bermakna menyama braya, atau bergotong-royong,” ujarnya.

Sementara Ketua Panitia Karya, I Wayan Suryawan mengatakan, upacara metatah massal dan upacara atma wedana (mamukur) merupakan agenda lima tahun sekali yang dilaksanakan oleh Banjar Bun dan tahun ini yang ke empat kalinya. Dimana kegiatan ini selain untuk warga Banjar Bun juga diperuntukan untuk umum. Yang mana upacara karya tahun ini diikuti oleh 98 orang peserta Metatah, dan 63 Puspa Atma Wedana.

Baca Juga :  Antari Jaya Negara Dorong Akses Pendidikan Anak Usia Dini Berkualitas Lewat Program 1 Tahun Pra Sekolah

“Karya Metatah dan Memukur massal ini secara rutin kami laksanakan setiap lima tahun sekali sebagai wujud sradha dan bhakti umat kepada leluhur dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” jelasnya.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News