BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Malang dialami seorang warga bernama I Kadek Sugiartama asal Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng. Sebab dirinya dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter di RSUD Buleleng akibat gigitan anjing rabies yang dialaminya sekitar enam bulan lalu.
Menurut keterangan Kasubag Humas RSUD Buleleng, I Ketut Budiantara awalnya pasien bernama I Kadek Sugiartama dibawa ke IGD pada Sabtu (22/2/2025) sekitar pukul 18.00 WITA. Saat itu pasien sudah dalam kondisi kritis dengan tanda-tanda menyerupai orang terkan rabies seperti gelisah, demam tinggi, takut air, takut cahaya dan takut angin.
Pasien selanjutnya diobservasi oleh tim dokter sekitar dua jam, sebelum akhirnya dipindahkan ke ruang intensif. Namun selama menjalani perawatan di ruang intensif pasien justru kondisinya semakin memprihatinkan hingga akhirnya tim dokter menyatakan pasien meninggal dunia.
“Ya, benar ada satu orang pasien dari Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng telah dinyatakan meninggal dunia akibat suspeck rabies Senin (22/4/2025) sekitar pukul 02.00 dini hari tadi,” jelas dia.
Pihaknya menambahkan berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, pasien diketahui memiliki riwayat digigit anjing liar di Kawasan Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Namun gigitan tersebut terjadi sekitar enam bulan lalu dan korban kala itu hanya membasuh luka dengan air tanpa ada tindakan lanjutan.
Sementara itu, Kepala Desa Munduk, I Nengah Sudira mengatakan telah menerima informasi terkait warganya yang meninggal akibat suspeck rabies. Menurut keterangan dari pihak keluarga setelah digigit anjing, pasien diketahui hanya membasuh luka gigitan anjing liar dengan air sabun tanpa adanya tindakan lebih lanjut.
“Kalau sesuai informasi keluarga, almarhum digigit pada bagian kaki saat berada di Pasar Pancasari. Itu sekitar enam bulan lalu tapi saat itu lukanya hanya dibasuh dengan air sabun dan tidak langsung berinisiatif berobat nyari VAR. Almarhum yang sudah merasa baik-baik saja, tiba-tiba belakangan demam tinggi hingga dilarikan ke RSUD Buleleng, sebelum akhirnya kami mendengar kabar almarhum meninggal dunia,” tuturnya.
Kini sebagai pencegahan, pihaknya bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng sedang berupaya melakukan penelusuran terhadap sejumlah orang yang sempat kontak erat dengan pasien.
“Ada 19 kontak erat utamanya dari keluarga mulai dari istri almarhum, saudara sepupu, ipar, menantu dan kerabat. Selanjutnya akan diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR). Nah, jadi faktor resikonya itu, keseluruhan kontak erat dikhawatirkan berpotensi tertular melalui cairan, baik berupa muntahan, atau air ludah pasien selama di rumah ataupun saat dirawat di RSUD,” pungkasnya.(dar/bpn)













