Pulau Mansinam
Bhrisco Jordy, Penyuluh Pelita dari Pulau Mansinam. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, PAPUA – Di antara suara desiran angin dan ombak laut terdengar alunan indah ukulele yang dimainkan oleh seorang lelaki mengiringi perjalanan sebuah kapal kecil berwarna biru yang sedang berlayar dengan tenang di lautan lepas. Sembari menyanyi bersama, sesekali gelak tawa muncul dari kapal sewaan yang ditumpangi oleh sekelompok remaja yang dengan mantap menyeberangi lautan menuju salah satu pulau terluar di timur Indonesia.

Anak-anak muda yang berlayar dengan penuh antusias di tengah teriknya matahari itu adalah para relawan yang tergabung dalam komunitas Papua Future Project. Mereka memiliki misi untuk memangkas buta huruf anak-anak di pelosok Papua Barat, Pulau Mansinam termasuk di dalamnya.

Terletak sekitar enam kilometer dari Kabupaten Manokwari, pulau Mansinam memiliki pesona alam perbukitan, pantai, hingga pemandangan alam bawah laut yang masih sangat alami dan menawan. Selain panorama alamnya yang indah, Pulau Mansinam juga menjadi tempat wisata yang terkenal akan nilai historis dan adat istiadatnya yang masih kental. Namun, di balik segala kekayaan alam dan sejarah yang ada di Pulau Mansinam terdapat isu ketimpangan pendidikan yang diterima oleh anak-anak di pulau berpenduduk tidak lebih dari 800 jiwa ini.

Adalah Bhrisco Jordy Dudi Padatu, seorang pemuda penggagas komunitas anak muda berbasis proyek bernama Papua Future Project yang memiliki fokus untuk mengenalkan literasi dan memberikan bimbingan belajar kepada anak-anak Papua yang belum menguasai pelajaran dasar di wilayah 3T (terdepan, tertinggal, dan terluar).

Baca Juga :  Menggembirakan, ITDC Catat Angka Kunjungan Wisatawan Pecah Selama Libur Lebaran

“Pendidikan merupakan suatu hal fundamental yang berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui Papua Future Project, kami ingin memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak dalam mengakses pendidikan dan menurunkan angka buta huruf di masyarakat adat yang ada di Papua Barat demi memajukan peradaban Papua ke depannya,” ujar lelaki yang akrab disapa Jordy ini.

Diinisiasi pada tahun 2020, Papua Future Project secara konsisten tidak hanya mengajarkan anak-anak berhitung, membaca, dan menulis, tetapi juga memberikan pendidikan kesehatan, lingkungan, pengembangan diri, hingga dampak perubahan iklim. Seluruh pembelajaran dibalut dalam kurikulum kontekstual dengan memberikan materi yang dekat dengan keseharian mereka dan mengintegrasikan nilai adat sekitar sambil bermain bersama agar pelajaran yang diberikan tidak terasa membebani anak-anak di sana.

Baca Juga :  Honda Resmikan Ekspansi Layanan Bodi dan Cat di Honda Mitra Lenteng Agung

Mengusung motto ‘Every Child Matters’, Jordy melalui Papua Future Project ingin menghadirkan akses pendidikan dan kesehatan untuk anak-anak di Papua secara inklusif melalui program bimbingan belajar yang diadakan seminggu sekali secara sukarela tanpa bayaran apapun. Tidak hanya berfokus di Pulau Mansinam, Jordy dan rekan-rekannya juga mulai menjangkau sejumlah wilayah terpencil lainnya di Papua untuk membangun literasi di kampung-kampung dengan mendirikan pojok baca dan menggencarkan program donasi buku.

Hingga saat ini, sudah ada 13 kampung dan 700 anak yang merasakan dampak positif dari program Papua Future  Project di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya dengan melibatkan 250 relawan dan pemuda dari seluruh Indonesia untuk bergabung, baik secara langsung maupun daring.

Baca Juga :  IVENDO Dorong Kesadaran Pentingnya Even Berkelanjutan ke Pemangku Kebijakan dan Pelaku Industri

Berbagai kontribusi nyata untuk masyarakat tersebut akhirnya berhasil membawa pemuda yang mendapat panggilan hati untuk mendidik sejak duduk di bangku SMA ini terpilih sebagai penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards tahun 2022 Bidang Pendidikan dari Astra.

Ke depannya, Jordy ingin menjadikan Papua Future Project sebagai wadah bagi anak-anak muda Papua yang ingin ikut berpartisipasi dalam mengembangkan pendidikan untuk mendapatkan pelatihan secara profesional tentang pengembangan komunitas, kurikulum, dan advocacy. Sehingga, kelak mereka dapat turut membantu anak-anak di daerah mereka untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan inklusif.

Semangat Astra dalam mengapresiasi anak bangsa yang berkontribusi untuk hari ini dan masa depan Indonesia sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News