LPD Serangan
Sejumlah Saksi Dihadirkan Dalam Sidang Dugaan Korupsi LPD Adat Serangan. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kasus dugaan korupsi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Serangan memasuki babak baru. Pasalnya, pada Selasa (18/10/2022) Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menggelar sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan agenda pemeriksaan saksi yang dipimpin langsung oleh Hakim Ketua Putu Gede Astawa, bertempat di Ruang Sidang Cakra.

Berdasarkan keterangan yang berhasil Jurnalis Baliportalnews.com himpun melalui Kasi Intel Kejari Denpasar, Putu Eka Suyantha, adapun nama saksi yang dihadirkan hari ini adalah, Prof. I Wayan Ramantha selaku Auditor Swasta, Dr. Made Gede Subha Karma Resen, S.H., M.Kn., selaku ahli keuangan negara.

Baca Juga :  Astra Motor Bali Apresiasi Garda Depan Melalui Gathering

“Dimana, Prof. I Wayan Ramantha pada intinya menerangkan bahwa pernah melakukan audit di LPD serangan berdasarkan permintaan LP LPD Provinsi Bali dan tim Penyelamatan LPD Serangan dengan kesimpulan hasil audit bahwa ada penyimpangan yg dilakukan oleh pengurus LPD sehingga mengakibatkan adanya kerugian keuangan LPD Serangan sebesar kurang lebih 7 milyar,” ungkap Eka tertulis.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, sedangkan Dr. Subha Karma pada intinya menerangkan bahwa ada kerugian keuangan daerah termasuk ranah kerugian keuangan negara. LPD ada menerima dana dari pemerintah Provinsi Bali sehingga kerugian LPD termasuk juga kerugian keuangan daerah.

Baca Juga :  Kapolda Bali Serahkan Bantuan Bedah Rumah saat Dharma Canti

“Persidangan selanjutnya akan diadakan pada hari Selasa, 25 Oktober 2022 dengan agenda pemeriksaan ahli auditor,” tutupnya. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini