Dosen Undhira
Tim Dosen Undhira bersama Wirausahawan Muda Pemilik Warung Pantai Seseh. Dok: Tim PKM

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pandemi Covid-19 membawa berkah bagi I Made Santika Putra, seorang tourismpreneur muda yang sejak November 2020 lalu merintis Warung Pantai Seseh.

Usaha ini dikembangkannya di lahan milik keluarga Made di bibir Pantai Seseh, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Dari awalnya menjual kelapa segar tanpa listrik atau air mengalir, saat ini Made beserta timnya sudah memiliki sebuah beachside café dengan vibes yang santai, chill, dan easy going. Dengan kapasitas seats dan bean bags hingga 80 tamu dan menu yang lebih komprehensif. Lokasi usaha yang agak tersembunyi dengan atmosfir yang relaks menjadikan usaha ini yang unik dengan konsep surge tersembunyi atau hidden gem.

Perkembangan UMKM Warung Pantai Seseh penuh dengan tantangan. Walaupun akses jalan masih tertutup, tamu masih antusias berkunjung terutama wisatawan asing. Setelah mendapatkan akses listrik dan air mengalir, Made pun mengembangkan usahanya dengan ekspansi menu dan layanan termasuk bar dan restoran, walaupun tetap dengan konsep kekeluargaan. Menjawab tantangan lain yakni masih kurangnya keterampilan pemilik dan staf dalam berbahasa Inggris dan menerapkan standar hospitalitas dalam pelayanan tamu, Made bermitra dengan tiga orang dosen Universitas Dhyana Pura (Undhira) guna mendampingi dalam penerapan bahasa dan standar hospitalitas, di samping pemasaran usaha.

Dosen Undhira
Suasana Warung Pantai Seseh yang Chill. Dok: Tim Google Maps

Tim dosen yang dimotori Putu Chrisma Dewi (Sastra Inggris), didukung Ni Luh Christine Suyasa (D4 Manajemen Perhotelan) dan Putu Chris Susanto (Manajemen), mengawali program pengabdian masyarakat dengan pendampingan menyusun menu dalam bahasa Inggris, sehingga bebas typo, kesalahan grammar, dan kekeliruan dalam deskripsi menu. Selanjutnya, tim melatih product knowledge karyawan Warung Pantai Seseh kosakata nouns, verbs, dan adjectives terkait menu.

Baca Juga :  2018 Target 300 Ribu Wisatawan Amerika

“Bersama Made dan timnya sebagai mitra, kami lakukan analisis akar masalah lebih dulu, dan menyimpulkan bahwa kita harus mulai dari perbaikan menu dan pelatihan pengetahuan produk,” papar Chrisma Dewi sebagai ketua tim, Sabtu (24/9/2022).

Dosen Undhira
Pelatihan Bahasa Inggris Hospitalitas. Dok: Tim PKM.

Tim dosen menerapkan bahasa dan standar hospitalitas melalui pelatihan bahasa Inggris untuk FB service kepada 11 orang karyawan Warung Pantai Seseh. Salah satu kendala yang dihadapi adalah selama pelatihan, pelayanan di café tetap berjalan sehingga pelatihan harus diulang beberapa kali. Sebagai solusinya, tim dosen dan mahasiswa juga membahani mitra dengan video tutorial sehingga nantinya dapat diakses kapan saja untuk refresher dan karyawan baru. Untuk memastikan implementasi pelayanan prima serta standar hospitalitas pada mitra, tim juga memberikan bantuan barang dan peralatan untuk CHSE FB service.

“Ada beberapa trik yang kami bagikan di bidang pelayanan seperti penggunaan pivot point dan pencatatan pesanan sesuai sequence sehingga tidak perlu ‘melelang’ makanan dan minuman saat mengantarkan pesanan,” ujar anggota tim Christine Suyasa.

Dalam upaya merealisasikan komunikasi pemasaran terpadu, tim dosen mengangkat keunikan mitra sebagai usaha hidden gem. Lokasi Warung Pantai Seseh yang tidak mudah diakses secara langsung dengan kendaraan bermotor malah menjadi unique selling point usaha ini. “Kami memastikan branding dan pesan pemasaran konsisten dengan vibe yang easy going di Warung Pantai Seseh, dan kami damping mitra untuk implementasi pemasaran digital di media sosial terutama Instagram,” jelas Chris Susanto selaku anggota tim.

Dosen Undhira
Pendampingan Manajemen dan Pemasaran. Dok: Tim PKM

Pendampingan dan pelatihan oleh dosen dan mahasiswa Undhira di Warung Pantai Seseh memberikan dampak positif terhadap mitra. Made Santika mengakui bahwa setelah pendampingan jumlah tamu semakin meningkat, hingga mencapai 50%. Sementara itu pendapatan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan awal tahun.

“Kami sangat berterima kasih karena warung semakin ramai, spending per tamu juga meningkat, dan kami bisa terus mengembangkan usaha karena dapur, bar, dan service sudah berjalan dengan baik dan sinkron berkat pendampingan Undhira,” pungkas owner Made Santika.

Baca Juga :  Avanada Rilis Album "Fall" Dalam Format CD
Dosen Undhira
Event Marketing dan Finalisasi Menu Warung Pantai Seseh. Dok: Tim PKM

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah salah satu bentuk pengabdian masyarakat dosen dan mahasiswa Undhira dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, yang turun langsung ke masyarakat guna mewujudnyatakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. PKM di Warung Pantai Seseh merupakan bagian dari skema Hibah pengabdian kepada masyarakat tahun 2022 oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, spesifiknya Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM).

Dosen Undhira
Tim Dosen Undhira bersama Tim Service Warung Pantai Seseh. Dok: Tim PKM

Bagi pembaca yang tertarik berkunjung ke Warung Pantai Seseh, usaha yang unik ini sedikit tersembunyi dan butuh effort untuk mencapainya. Anda dapat memarkir kendaraan Anda di area parkir Pantai Seseh di Desa Cemagi (tidak jauh dari pantai Munggu), lalu berjalan 300 meter ke arah barat. Sunset adalah waktu terbaik untuk berkunjung ke warung ini.(*/bpn)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by WARUNG PANTAI (@warungpantaiseseh)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini