Optimalisasi Pemanfaatan Media Sosial Sebagai
Optimalisasi Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Edukasi Rumah Sakit di Era Pandemi.

BALIPORTALNEWS.COM Covid-19 merupakan penyakit menular akut yang  muncul  pada Desember 2019 dan menyebar dengan cepat ke seluruh dunia sehingga mengakibatkan pandemi. Salah satu negara yang terdampak pandemi Covid-19 yaitu  Indonesia.

Menyebarnya Covid-19 di seluruh penjuru dunia turut meruntuhkan ragam sendi-sendi kehidupan. Tidak hanya sisi ekonomi yang terkena imbasnya secara langsung melainkan juga sisi interrelasi kita sebagai manusia. Perubahan dalam hal hubungan antar manusia dan perubahan dari sisi kesehatan seringkali diikuti dengan perubahan dalam memberikan pelayanan kesehatan. Ragam persoalan sehari-hari pun perlu dicermati dan dicarikan solusinya dengan pendekatan-pendekatan yang baru.

Di  tengah  pandemi  ini  teknologi  komunikasi dan  informasi  berkembang  sangat  pesat  sehingga membuat   perubahan   yang   cukup   besar   dalam kehidupan   manusia.   Hal   ini   dikarenakan   dunia sudah memasuki era revolusi industri 4.0 yang mana dicirikan dengan berkembangnya Internet of Things (IoT). Pada era teknologi 4.0, perkembangan media informasi yang serba cepat dan instan mempengaruhi gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat.

Perkembangan teknologi dan informasi berdampak pada berbagai sektor kehidupan. Sektor ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, keuangan, pendidikan turut beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan informasi. Di tengah keterbatasan pergerakan masyarakat pada masa Pandemi Covid-19 peran teknologi semakin penting dan kini telah merubah tatanan kehidupan. Sektor kesehatan dalam hal ini rumah sakit melakukan berbagai upaya adaptasi di masa pandemi, salah satunya dengan mengoptimalisasikan penggunaan media digital untuk menyampaikan informasi kesehatan, memberikan edukasi, dan berkomunikasi dengan publik.

Era digital menyuguhkan berbagai kemudahan bagi penggunanya, dimana media sosial salah satunya memangkas jarak komunikasi antar individu yang dulu dianggap mustahil. Melalui media sosial, pengguna bisa berkomunikasi secara langsung dengan semua orang dan mengetahui apa yang sedang terjadi atau hangat diperbincangkan di berbagai belahan dunia.

Dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi dalam dunia kesahatan, sangat memungkinkan untuk mendapatkan semua informasi melalui jarak jauh dengan menggunakan media internet. Kemudahan internet membantu hubungan pasien dengan dokter, melihat apa saja yang harus dilakukan dalam keadaan pandemi virus Covid-19 secara online, mengecek jumlah orang yang telah terjangkit, yang sudah terselamatkan dan bagaimana cara pencegahan yang benar dalam melawan virus Covid-19.

Baca Juga :  Pengalaman Dua Hari Mengendarai Motor Listrik Pertama Honda

Saat masa pandemi Covid-19, pemanfaatan internet sebagai media dalam menjalin hubungan sosial semakin menjadi pilihan, karena dibatasinya ruang bertemu di dunia nyata demi menjaga protokol kesehatan. Media sosial melalui internet memiliki potensi besar untuk melakukan promosi kesehatan dan intervensi kesehatan lainnya, dan lebih mudah untuk menyentuh sasaran pada setiap levelnya.

Media sosial adalah sebuah media daring dengan penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual, blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Pembatasan interaksi sosial masyarakat akibat pandemi Covid-19 yang terjadi secara global, meningkatkan penggunaan website di masyarakat. Website rumah sakit berkembang untuk menjadi salah satu media komunikasi antara rumah sakit dengan pasien dan calon pasien. Elemen yang diharapkan terdapat pada website antara lain aksesibilitas, mobile friendly, konten informatif, transparansi pelayanan dan harga, keamanan data, dan mengakomodir komunikasi dua arah antara rumah sakit dan pasien atau calon pasien.

Baca Juga :  5 Produk Unggulan Master Pan, Ketahui Rekomendasi Produknya Disini!

Banyaknya pengguna internet aktif di Indonesia menjadikan website sebagai platform penting yang digunakan tidak hanya bagi media digital, tetapi juga digunakan pada pelayanan publik di berbagai sektor. Rumah sakit juga termasuk ke dalam sektor pelayanan yang mulai menggunakan website sebagai bagian dari piranti pelayanannya. Pelayanan rumah sakit yang merambah bidang digital terutama website meliputi pelayanan informasi kesehatan, pendaftaran daring, dan konsultasi kesehatan secara daring.

Persebaran informasi di era digital sangatlah cepat, namun tidak semua informasi sepenuhnya benar, apalagi informasi terkait pencegahan Covid-19 yang tersebar di masyarakat salah. Pemilihan media sosial sebagai sarana edukasi adalah berdasarkan kuesioner online yang sudah disebarkan, diketahui bahwa kebanyakan masyarakat lebih sering menggunakan media online/media sosial ketika memperoleh informasi.

Media sosial telah mendorong organisasi, pemerintah, dan perusahaan untuk berupaya mengeluarkan biaya yang lebih sedikit untuk mencapai tujuan yang lebih banyak. Mereka menginginkan setiap orang dapat menyampaikan pesan dengan tanpa menghabiskan banyak uang seperti pada media cetak, televisi, dan radio. Dalam konteks rumah sakit, dilakukan dengan memberikan informasi dan edukasi mengenai kesehatan kepada pasien, keluarga pasien, dan masyarakat secara umum. Sarana promosi yang dapat digunakan perusahaan adalah periklanan (advertising), promosi penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat (public relations), penjualan personal (personal selling), dan pemasaran langsung (direct marketing).

Rumah sakit baik rumah sakit pemerintah maupun swasta yang memiliki unit promosi kesehatan rumah sakit (PKRS) sebagai pemberi layanan sarana edukasi sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Promosi Kesehatan dimana rumah sakit wajib melaksanakan promosi kesehatan rumah sakit.

Baca Juga :  Pengalaman Dua Hari Mengendarai Motor Listrik Pertama Honda

Rumah sakit di era pandemi diwajibkan memanfaatkan berbagai media untuk menyampaikan informasi, memberikan edukasi, serta memberikan informasi mengenai layanan rumah sakit. Beberapa media yang kerap digunakan rumah sakit adalah media cetak seperti brosur, leaflet, banner, poster, spanduk, dan baliho. Media lainnya adalah media digital seperti website, facebook, instagram, dan youtube. Media internal rumah sakit yang juga dapat digunakan adalah audio dan video yang dapat menjangkau ruang-ruang di rumah sakit seperti ruang tunggu pasien, ruang rawat jalan, dan ruang rawat inap.

Pada masa pandemi Covid 19 terdapat perbedaan yang signifikan dalam penyampaian informasi kepada publik atau pasien (keluarga pasien), yang sebelumnya menggunakan media tatap muka atau edukasi langsung kepada pasien dan keluarga pasien dinilai efektif, saat ini interaksi secara langsung dihilangkan untuk menghindari penyebaran virus covid. Pada masa pandemi seperti saat ini, rumah sakit mengoptimalisasikan penggunaan media sosial.

Peran media sosial sebagai sarana edukasi di masa pandemi sangat membantu masyarakat dalam melakukan pencegahan virus Covid-19, dimana Perkembangan media sosial dinilai memiliki dampak positif dalam menghambat penyebaran virus Covid-19. Media sosial memegang peranan dalam penyebaran informasi atau pesan positif sehingga mampu menekan jumlah korban Pandemi Covid-19 lebih banyak.(I Gede Perdana Yoga, SH., MH., Staf Bagian Pendidikan dan Kerjasama Rumah Sakit Universitas Udayana)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News