Greges
Merasa Greges? Berikut Saran Dokter RSA UGM. Sumber Foto : https://www.freepik.com

BALIPORTALNEWS.COM, YOGYAKARTA – Dalam beberapa waktu terakhir ramai diperbincangkan netizen di media sosial tentang Hari Greges Nasional. Istilah ini muncul karena banyak masyarakat yang mengeluhkan demam, batuk, pilek dan tenggorokan sakit atau yang sering disebut greges oleh masyarakat Jawa.

Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher RSA UGM, dr. Mahatma Sotya Bawono, M.Sc., Sp. THT-KL., mengatakan greges merupakan gejala yang biasanya muncul saat seseorang terserang flu. Namun dalam situasi pandemi Omicron saat ini sulit membedakan apakah seseorang terkena flu atau terinfeksi Omicron.

Baca Juga :  Dokter RSA UGM Bagi Tips Cegah Penularan Corona Lewat Udara 

“Sulit dibedakan karena infeksi Omicron memilki gejala seperti flu biasa,” terangnya.

Mahatma menyampaikan pada flu biasa memiliki gejala demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan. Kondisi tersebut serupa dengan gejala khas pada Omicron yakni demam, batul, pilek, dan nyeri tenggorokan.

“Salah satu bedanya yang dominan adalah nyeri tenggorokan yang lebih berat dibandingkan dengan flu,” ucapnya.

Apabila tubuh merasakan gejala greges, Mahatma menimbau masyarakat untuk beristirahat, membatasi interaksi, dan melakukan isolasi mandiri. Jika gejala tidak mereda dalam kurun waktu 24 jam disarankan melakukan swab test. Pengecekan swab test menjadi upaya yang dapat membedakan apakah yang tengah dialami adalah flu biasa atau varian Omicron.

Baca Juga :  Dokter RSA UGM Bagi Tips Menjaga Kesehatan Pendengaran Selama Pandemi

Melalui swab test juga diharapkan bisa menekan penularan Omicron. Selain itu juga melindungi orang-orang yang berisiko mengalami gejala berat seperti lansia, orang yang belum divaksin, dan orang dengan komorbid.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini