Sedana Arta
Bupati Bangli Hadiri Seminar Nasional di Museum Geopark. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BANGLI – Air sebagai sumber kehidupan yang juga penyembuh peradaban, gunung banyak yang gundul, hutan sering terbakar, aliran sungai mengering, lautan penuh limbah akibatnya alam memantulkan kepada manusia melalui ragam penyakit dan bencana salah satu unsur kehidupan yang ikut mengalami kerusakan adalah air, padahal dalam ajaran agama Hindu air sebagai sumber kehidupan  dan unsur sangat penting dalam panca Yadnya ada banyak cara yang selama ini umat Hindu untuk menjaga keseimbangan alam semesta khususnya air diantaranya menjaga hutan (wana kerti), menjaga kebersihan laut (samudra kerti) dan menjaga kebersihan Danu (Danu kerti). Hal tersebut disampaikan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas membuka seminar nasional sastra Saraswati sewana di museum Geopark secara virtual, Rabu (23/2/2022).

Baca Juga :  Dirjen Bimas Hindu Serahkan Bantuan Pembangunan 1.000 Pelinggih kepada Umat Hindu di Gunung Kidul

Bupati Bangli, Sedana Arta dalam sambutanya mengatakan berterima kasih kepada Bapak Mentri karena Kintamani memiliki Danau Batur yang kita percayai sebagai sumber mata air di Bali dan jantung peradaban air di Bali. Air merupakan bagian dari unsur material alam semesta yang tidak pernah habis meskipun secara kuantitas memang demikian, belum ada jaminan bagaimana sejatinya kualitas air di masa depan apabila keberadaannya sebagai kebutuhan pokok manusia tidak dijaga mulai hari ini.

“Laku hidup masyarakat yang tidak berpihak pada perlindungan yang tidak berpihak pada perlindungan unsur unsur alam, berpotensi menyebabkan kualitas air semakin menurun dari masa ke masa. Dalam sastra agama Hindu sering disebut Tan Hana Bedha Pantaraning Jana Lawan Jagat yang artinya Tiada Berbeda Manusia Itu Dengan Semesta Dunia. Oleh sebab itu, upaya terus menerus untuk menemukan jalan keluar dari labirin ketidak harmonisan relasi manusia dengan ketersediaan air di alam menjadi cukup mendesak dilakukan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, Anak Agung Ari Dwipayana yang juga Staff Khusus Kepresidenan mengatakan, seminar kali ini diikuti boleh Ida Dalem Semarapura, penglisir Puri, Rektor, aktivis, dengan mengambili tema Toya uriping Bhuwana, usadhaning sangaskara, air sumber kehidupan, penyembuh peradaban berlangsung selama satu hari. (bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini