Undana Kupang
Prof. Dr. Simon Sabon Ola, S.Pd, M.Hum. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Salah seorang calon yang sudah mendaftarkan diri untuk bertarung dalam suskesi Undana kali ini adalah Prof. Dr. Simon Sabon Ola, S.Pd, M.Hum.  Sebagai teman lama di Bali ketika Prof. Simon menyelesaikan pendidikan S2 dan S3 di Universitas Udayana, Rahman Sabon Nama (RSN) mengontaknya pada Jumat (6/8/2021) sore untuk ngobrol santai tetapi bermakna tentang kiprah Undana terkait isu-isu terbaru.

Sebagai informasi, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si, Ph.D akan mengakhiri masa tugasnya pada 5 Desember 2021 mendatang, setelah dua periode memimpin perguruan tinggi negeri pertama di NTT ini.

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Buka Pelatihan Produksi Film Dokumenter Bagi Pelajar

Berikut petikan wawancara eksklusif Rahman Sabon Nama (RSN) bersama Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si, Ph.D.

RSN: Akhir Juli 2021 lalu, Webometrics, sebuah lembaga pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang bekedudukan di Spanyol, merilis hasil penilaiannya terhadap website sekitar 300.000 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh dunia. Indikator yang digunakan adalah transparansi dengan bobot 50 persen, impac 10 persen dan keunggulan 40 persen. Hasilnya, dari 4.593 perguruan tinggi di Indonesia, Undana menempati ranking 147 nasional dan ranking 6.679 dunia. Bahkan di Bali dan Nusa Tenggara saja, Undana berada pada posisi kedelapan. Bagaimana komentar Anda?

Prof. Simon: Pemeringkatan itu dilakukan oleh lembaga yang kredibel dengan berbagai parameter utama. Pemeringkatan merupakan instrumen sekaligus mekanisme kontrol eksternal yang dijadikan bahan introspeksi bagi perguruan tinggi. Webometrics menggunakan indikator transparansi, yang sudah tentu dengan “melacak” konten website/laman tentang keseluruhan proses penyelenggaraan perguruan tinggi. Indikator Impact bukanlah item yang berdiri sendiri. Indikator ini merupakan satu kesatuan dengan transparansi dan keunggulan. Sementara keunggulan (excellence) secara sederhana diartikan sebagai ‘nilai lebih’, kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang atau lembaga lain.

Terlepas dari lembaga yang kredibel seperti Webometrics atau pun THE (The Higher Education) Impact, misanya, perguruan tinggi harus menciptakan berbagai kenggulan untuk memeroleh peringkat baik di berbagai tataran: local, nasional, regional dan global.

Baca Juga :  Peringati Hari Kartini, Dharma Wanita Persatuan Universitas Udayana Gelar Lomba Memasak

Undana menempati peringkat 147, artinya masih jauh dari harapan. Transparansi melalui laman  bukan pada intensitas penyebarluasan informasi tentang seluruh aktivitas civitas akademika, tetapi terutama pada mutu aktivitas yang disebarluaskan itu; aktivitas yang unggul dan berdampak, yang akuntabel dan mendorong partisipasi publik. Undana harus segera berbenah.

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini