PSK Online
Karena Pandemi, Rara Terpaksa Jadi PSK Online di Bali. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pandemi Covid-19 begitu sangat berdampak terhadap melemahnya sektor perekonomian masyarakat Indonesia secara umum. Tak terkecuali Bali, salah satu Provinsi di Indonesia yang sangat bergantung pada sektor pariwisatanya, dibuat mati suri akibat pandemi virus yang telah berlangsung selama 1 tahun ini.

Lumpuhnya sektor pariwisata di Bali, secara tidak langsung juga berdampak pada melemahnya perekonomian masyarakat di Bali, banyak hotel dan restoran tutup dibuatnya, sehingga hal tersebut juga mengakibatkan banyak tenaga kerja yang terpaksa harus dirumahkan bahkan ada pula yang terkena Putus Hak Kerja (PHK).

Tak heran, banyak dari mereka yang saat ini beralih profesi demi memunuhi kebutuhan sehari-hari untuk sekedar bertahan hidup di Bali selama pandemi.

Kali ini, tim Baliportalnews.com berkesempatan untuk mewawancarai salah satu Pekerja Seks Komersil (PSK) yang biasa menjajakan dirinya melalui aplikasi media sosial, atau yang biasa disebut PSK Online. Sebut saja namanya Rara, seorang wanita berumur 23 tahun asal Jakarta, yang terpaksa menjadi PSK Online untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama berada di Bali.

Baca Juga :  Lima Sekolah di Denpasar Raih Penghargaan Nasional Bidang Lingkungan

Awalnya, Rara merupakan seorang pramusaji disalah satu hotel ternama di Bali, tepatnya di Kabupaten Badung. Namun, semenjak pandemi Covid-19 melanda Indonesia setahun lalu, Rara terpaksa harus menerima kenyataan pahit, bahwa pada awal Agustus tahun 2020 yang lalu, dia bersama 5 orang temannya terkena imbas dari kebijakan pengurangan pegawai dari hotel tempat dia bekerja, alhasil dirinya terpaksa menganggur pada saat itu.

“Tepat bulan ini kak, aku udah setahun open BO semenjak di-PHK tahun kemarin. Awalnya takut sih, Cuma ngeliat posisi yang udah kepepet banget, pulang ke Jakarta gabisa tiket mahal dan syaratnya ribet, terpaksa aku ngeberaniin diri dan sekarang mulai terbiasa,” jelas Rara kepada tim Baliportalnews.com, saat dikonfirmasi melalui telepon dari salah satu aplikasi yang dapat ditemui di Playstore, pada Kamis (4/8/2021).

Baca Juga :  Emergency Call 112 Alami Gangguan di Pusat, BPBD Tetap Layani Warga Kota 

Selanjutnya, Rara mengaku bahwa dirinya memasang tarif mulai Rp300 ribu – Rp1 juta untuk sekali kencan, tergantung tamunya siapa. Dirinya juga tak memungkiri, bahwa pendapatannya semenjak menjadi PSK Online cukup untuk menutupi biaya hidupnya selama pandemi, bahkan dapat dikatakan bisa lebih dari cukup.

Selain itu, semenjak pandemi seperti sekarang ini, ketertarikan para lelaki hidung belang untuk mencari jasa PSK Online tidak berkurang sedikit pun, bahkan dikatakannya, salah satu pelanggannya merupakan seorang pejabat daerah yang kerap menggunakan jasanya setiap 2 minggu sekali.

“Biasanya nih kak, aku liat dulu siapa yang nge-chat. Kalau sekiranya terlihat agak tua dan mapan, aku pasang di harga 1 juta. Tapi banyak juga yang nawar di harga Rp200 ribu, tapi biasanya aku tolak kalau nawarnya dibawah Rp350 ribu kak. Yang baik itu om-om pejabat kak, aku ada kok langganan, biasanya dia suka minta aku temenin sampe seharian full, kalau udah begitu biasanya aku ga open slot lagi kak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Masyarakat Apresiasi Program 'Pantastis' Pemkot Denpasar

Setahun sudah dilalui Rara dalam menggeluti pekerjaan di Dunia Gelap tersebut, tentu tidak mudah baginya dalam menjalani profesi sebagai PSK Online, meskipun besar penghasilannya namun ada ke khawatiran tersendiri bagi Rara dalam menggeluti profesi tersebut setiap harinya.

Dalam hal ini, dirinya juga sangat berharap bahwa Pandemi Covid-19 ini dapat segera usai, sehingga kedepannya dirinya tidak perlu lagi menjali profesinya seperti sekarang ini, dan bisa mendapat pekerjaan yang lebih halal dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini