Dosen UGM
Muhammad Rifky Wicaksono, S.H., MJur (Dist.)., LL.M., dosen Fakultas Hukum (FH) UGM. Sumber Foto : Istimewa

Usai lulus ia diterima bekerja di firma hukum ternama di tanah air yakni Assegaf Hamzah and Partners. Setelah bekerja selama satu tahun, Rifky memutuskan untuk kembali mengabdikan diri di alamamater tercinta menjadi asisten dosen karena ia ingin berkontribusi dalam mendidik generasi masa depan FH UGM yang cemerlang dan berintegritas.

Lalu di 2016 ia mencoba peruntungan mengikuti seleksi beasiswa Jardine Foundation yang berhasil mengahantarkannya menamatkan studi S2 di Oxford pada 2017.

Selepas lulus dari Oxford ia menjadi dosen tetap di FH UGM dan pada 2020 memutuskan untuk kembali memperdalam ilmu dengan mendaftar S2 ke Harvard. Jalan untuk menembus Harvard tidaklah mudah begitupun memperoleh beasiswa, terlebih baginya yang sudah pernah S2. Umumnya bantuan beasiswa hanya diberikan bagi mereka yang belum pernah mengambil studi S2. Namun kondisi tersebut tidak mematahkan asa Rifky untuk terus berusaha.

Hasil tak pernah mengkhianati usaha. Belajar dari kegagalannyanya dulu, ia dengan gigih mengejar mimpinya. Akhirnya, ia pun berhasil memperoleh beasiswa pendidikan dari Harvard.

“Akhirnya saya bisa kuliah dan lulus dari Harvard, tapi belum pernah menginjakkan kaki disana. Gelarnya dari Harvard, tetapi kuliah dari rumah di Maguwoharjo Sleman,” tuturnya sembari tertawa.

Situasi saat itu memang dunia dihadapkan dengan pandemi Covdi-19. Kondisi tersebut memaksa sebagian besar kampus di dunia menutup kuliah tatap muka dan diganti secara daring, termasuk Harvard.

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News