LPD
Ketua BKS LPD Provinsi Bali Nyoman Cendikiawan. Sumber Foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pandemi Covid-19, yang berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat memang memberi pengaruh juga terhadap lembaga keuangan termasuk Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Namun dengan dukungan semua pihak terutama masayarakat adat, LPD masih tetap bertumbuh dan optimis melangkah pada tahun 2021.

Ketua Badan Kerjasama, BKS LPD Provinsi Bali Nyoman Cendikiawan saat ditemui di Denpasar Senin (12/4/2021) menyatakan, LPD sudah sangat kompak. Berbicara persoalan LPD, semua persoalan sudah dilewati dengan sangat baik pada tahun 2020 meski ada koreksi maupun evaluasi. LPD terus berbenah dalam segala lini, terlebih teknologi digital yang menjadi keharusan pada saat ini.

Baca Juga :  Cetak Generasi Pertanian Unggul, Alumni FP Unwar Diminta Berbagi Inovasi dan Kreativitas

“37 Tahun LPD sudah berjalan dan ini patut kita syukuri bersama dan jelas ini didukung oleh krama adat di desa adat masing-masing sehingga keberadaan LPD sampai sekarang tetap eksis,” tegas Cendikiawan.

Lebih lanjut Cendikiawan menggambarakan Pulai Bali sebagai telor, kuning telor itu agama Hindu, putihnya adalah adat seni dan budaya maka kulit telornya adalah desa adat. Untuk menguatkan agama adat seni dan budaya itu mesti kulitnya yang perlu diperkuat. Desa adat harusnya di perkuat, salah satu cara untuk memperkuat itu adalah ekonomi. LPD adalah ekonomi yang dimiliki oleh desa adat.

Baca Juga :  Semangat “Vasudhaiva Kutumbakam” Wujudkan Denpasar Maju, Wali Kota Jaya Negara Buka Musrenbang RPJPD Kota Denpasar Tahun 2025-2045

“Kuatkan dulu Desa Adat dengan konsep ekonomi, dengan ekonomi yang bagus desa adat akan semakin kuat,” ucapnya.

1.436 LPD yang ada di Bali yang menampung 8.000-an tenaga kerja sampai setahun lebih pandemi belum ada mem-PHK pegawai. Ini bentuk komit LPD di tengah masa sulit untuk selalu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News