Banjir
Bencana banjir dan longsor di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, LEMBATA – Warga terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, masih mengungsi pada Senin (5/4/2021). Sebagian keluarga juga masih sibuk mencari anggota keluarganya yang hilang.

“Warga masih mengungsi sambil mencari keluarganya juga yang hilang. Seperti anggota keluarga saya, ini masih ada tiga orang yang belum ditemukan,” ujar Jamal dari Tim Masyarakat Relawan Indonesia di Desa Leudanung, Kecamatan Omesuri, Lembata, dikutip dari ACTNews.

Jamal juga melaporkan kondisi saat ini, menurut pantauannya di Desa Leudanung, fasilitas umum seperti jalan dan kantor desa masih tertutup lumpur. Jalan-jalan masih terputus, dan listrik padam.

“Cuaca juga masih ekstrem. Masih hujan lebat sampai sekarang. Belum ada bantuan masuk karena kesulitan akses,” ujar Jamal.

Baca Juga :  Kemkominfo Dukung Kreasi dan Inovasi Wastra Tenun, Bawa UMKM NTT Naik Kelas dan Go Digital

Saat ini, ia bersama tim MRI Lembata terus berkoordinasi dengan Tim Tanggap Darurat ACT. Saat ini, sejumlah relawan juga telah melakukan asesmen dan membantu sejumlah masyarakat.

Untuk diketahui, hujan yang terjadi dengan intensitas tinggi memicu banjir bandang di sejumlah kecamatan di Lembata, yaitu Ile Ape, Ile Ape Timur, dan Omesuri. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata melaporkan 11 orang meninggal dunia dan 16 orang hilang akibat bencana ini.

Terkait hal tersebut, BPBD Lembata juga masih melakukan pendataan terkait kerugian materil yang di alami. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here