Dalang Remaja
Gusde Mahendra Lestarikan Warisan Leluhur di Tengah Pandemi dan Gejolak Kemajuan Zaman

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNGDi zaman seperti ini seni, adat dan budaya menjadi suatu hal yang langka peminatnya. Tidak banyak generasi muda yang mau sungguh-sungguh melestarikan salah satu kesenian budaya Bali.

Salah satu faktornya mulai dari pergaulan dan budaya luar yang terlalu berlebihan dikagumi dan dijalankan oleh generasi muda zaman sekarang.

Ida Bagus Mahendra Sada Prabhawa, pemuda asal Griya Sada Manuaba Ayunan yang akrab dipanggil Gusde Mahendra. Pemuda kelahiran 26 April 1998 ini ialah anak muda Bali yang menekuni seni pentas Wayang Kulit dari sejak dini. Ia telah memiliki banyak pengalaman belajar dari berbagai guru dalam menggeluti beberapa kesenian diantaranya Wayang Kulit Bali.

Ia mematahkan mindset pemikiran yang selama ini menjadi ancaman Budaya di kalangan generasi muda, bahwa generasi muda Bali tidaklah semua lupa akan budayanya sendiri.

Baca Juga :  Badung Terbitkan SE tentang Memperdengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Uniknya putra pertama dari pasangan Ida Bagus Catur Aba Widiatmika, SE dan Ida Ayu Made Dwiyani, S.Pd.H, M.Pd.H ini tidaklah memiliki pendidikan formal yang spesifik ke arah seni seperti banyak dalang pada umumnya, melainkan Gusde Mahendra memilih melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa. Walaupun demikian, minat bakat untuk belajar dan juga adanya faktor warisan leluhur yang sudah ada terdahulu di Griyanyalah yang menuntunnya menjadi seorang Dalang Remaja.

“Sejarah di Griya dahulu memang banyak terdapat warisan leluhur mulai dari Wayang Kulit, Gambelan, Topeng, Usadha, Sulinggih. Jadi memang faktor turun menurun dan kewajiban kita sebagai generasi muda yang lahir di tanah seni tanah Adat Bali ini mengemban budaya kita, menjaga nilai-nilai luhurnya, gali kembangkan lagi potensinya yang ada di tengah gejolak dinamika kehidupan di masa sekarang ini,” ujar Gusde Mahendra, Minggu (21/3/2021).

1 KOMENTAR

  1. Artikel ini mudah sangat bagus untuk diapresiasi oleh generasi muda, mengingat adat dan budaya bali yg begitu sakral dan unik maka perlu dilestarikan utamanya masyarakat bali

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini