Pantai Kuta
Pantai Kuta sepi pengunjung. Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASARSeperti yang kita ketahui, pandemi global Covid–19 telah berdampak di berbagai sektor kehidupan manusia, tak terkecuali sektor ekonomi. Penurunan daya beli di masyarakat serta matinya perputaran roda perekonomian pada kelompok usaha mikro, kecil dan menegah (UMKM) maupun skala besar, menjadi suatu hal yang perlu dicarikan solusinya untuk dapat mengurangi dampak dari pertumbuhan ekonomi negatif yang terjadi di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah telah meluncurkan program yang bertujuan untuk mengurangi dampak pandemi global tersebut. Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hadir sebagai respon atas penurunan aktivitas masyarakat yang berdampak pada perekonomian. Pada implementasinya, program PEN juga dipersiapkan sebagai salah satu solusi untuk mendukung penguatan perekonomian daerah.

Baca Juga :  FHTB 2024 Sukses Digelar, Berhasil Hubungkan Ratusan Jaringan Bisnis

Di Provinsi Bali, hampir 80% masyarakatnya bergantung pada sektor pariwisata. Betapa tidak, Sektor pariwisata Bali merupakan sumber utama pendapatan daerah, yang menjadi penyumbang devisa terbesar bagi Negara serta sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Bagi pemerintah, Provinsi Bali merupakan salah satu prioritas, untuk merealisasikan program PEN, khususnya di sektor pariwisata dengan berbagai kebijakan strategis guna mendukung keberhasilan dalam implementasinya.

Salah satunya adalah rencana untuk membuka kembali pintu kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali, yang terus digodok oleh pemerintah, sebagai langkah awal untuk merealisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional dengan membuka kembali sektor Pariwisata Internasional di Bali.

Baca Juga :  Pertamina Tambah 130 Ribu Lebih Tabung LPG untuk Pulau Bali

Seperti yang dikutip dari Bisnis.com. Dalam rapat koordinasi pemulihan Bali, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, mengungkapkan adanya kemungkinan kembali dibukanya Bali bagi turis asing. Hal tersebut karena adanya penurunan jumlah kasus positif  Covid–19 yang ada di Bali, sehigga sangat memungkinkan kegiatan perekonomian di Bali bisa kembali di lanjutkan, salah satunya dalam sektor pariwisata internasional.

“Jumlah kasus Covid–19 di Bali dalam beberapa minggu terakhir ini, menunjukan adanya penurunan. Penurunan tersebut terjadi karena diberlakukannya kebijakan pendekatan terukur, dengan memperhitungkan dua faktor krusial, yaitu memungkinkan kegiatan ekonomi untuk dilanjutkan dan menegakan implementasi protokol kesehatan di seluruh Bali, termasuk di tingkat desa,” kata Luhut. Dikutip dari Bisnis.com, Jumat (26/2/2021).

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News