Pasar Seni Sukawati
Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Gubernur Bali, Wayan Koster meresmikan dan menjadi saksi diserahterimakannya Bangunan Pasar Seni Sukawati Blok A dan Blok B dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, melalui Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali, I Nyoman Sutresna, ST kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar, melalui Bupati Gianyar, Made Mahayastra, pada Rabu (10/2/2021) di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Guna memulihkan kembali roh Pasar Seni Sukawati yang sudah berdiri sejak tahun 1985 silam sebagai Pusat Perdagangan Rakyat dan salah satu penunjang perekonomian di Kabupaten Gianyar bagian selatan tersebut, membuat Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Bupati Gianyar, Made Mahayastra dan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali, I Nyoman Sutresna melakukan prosesi Upacara Mendem Pedagingan pada Karya Tawur Balik Sumpah dan Memungkah (Rsi Gana, Melaspas, dan Ngenteg Linggih di Pura Melanting Pasar Sukawati dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat. Semua peserta yang hadir telah mengikuti rapid test antigen (hasil negatif).

Baca Juga :  Putri Koster Buka Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 4

Usai menggelar Upacara Mendem Pedagingan, Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini kemudian meninjau satu per satu kondisi bangunan Pasar Seni Sukawati di Blok A dan Blok B. Didampingi Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Gubernur Bali yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengatakan rasa syukurnya karena pembangunan Pasar Seni Sukawati Blok A-B bisa dilaksanakan dan selesai tepat waktu, meskipun dalam situasi pandemi Covid-19.

“Perjuangan untuk mewujudkan Pasar Seni Sukawati yang baru ini tidak mudah di masa pandemi Covid-19, karena pasar ini merupakan penunjang perekonomian masyarakat, maka saya secara khusus melapor ke Bapak Presiden RI, Joko Widodo pada tanggal 22 April 2019 (setelah penghitungan suara cepat Pilpres 2019 lalu), dan dihadapan Presiden RI saya menyampaikan permohonan program infrastruktur salah satunya Pasar Seni Sukawati di Gianyar agar direvitalisasi menggunakan dana APBN dari Kementrian PUPR. Selanjutnya di tahun 2020 di saat pandemi Covid-19 melanda, saya kembali melakukan komunikasi intensif dengan Bapak Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono agar dana APBN untuk Program Revitalisasi Pasar Seni Sukawati tidak dirasionalisasi, dan Astungkara Bapak Menteri  memenuhi permohonan saya, sehingga bersyukur pasar ini berdiri megah,” ujar Wayan Koster dihadapan Bupati Mahayastra seraya mengapresiasi kontraktor pelaksana yang sudah menerapkan kearifan lokal di dalam membangun dengan menerapkan gaya bangunan arsitektur Bali yang dilengkapi dengan tulisan Aksara Bali ‘Pasar Rakyat Pasar Seni Sukawati Gianyar’ yang sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Baca Juga :  Tingkatkan Transaksi Digital, bank bjb Gelar DigiCash Fair: Amazing Bali

Lebih lanjut, mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini meminta Bupati Gianyar bersama jajarannya agar mengelola Pasar Seni Sukawati dengan baik, disiplin, tertib, rapi, dan bersih guna memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi pengunjung termasuk orang yang berwisata. Koster juga meminta tradisi tawar menawar harga ditiadakan di Pasar Seni Sukawati, dengan harapan ada standarisasi harga. “Harganya harus ditentukan, diberi label harga disetiap produk. Jangan lagi ada tawar menawar, sehingga orang yang datang dan masuk sudah bisa melihat harga produk yang dijual, demi memberikan kepastian harga dan tetap menguntungkan para pedagang,” tegasnya Gubernur Bali jebolan ITB ini.

Baca Juga :  Pasca Dibukanya Sejumlah DTW, Wisatawan Mulai Ramai Berkunjung

Diakhir sambutannya, orang nomor satu di Pemprov Bali ini mengajak Bupati Gianyar dan seluruh pedagang agar mengenakan Busana Adat Bali di setiap hari, selama berjualan. Kemudian, produk yang dijual, saya minta memprioritaskan produk lokal yang berasal dari Industri Kecil Menengah (IKM) asli Gianyar.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here