Piodalan Jelih
Bupati Giri Prasta saat menghadiri Piodalan Jelih di Pura Desa, Desa Adat Semanik, Senin (1/2/2021). Sumber Foto : Istimewa

Dalam pelaksanaan kegiatan upacara maupun dalam kehidupan bermasyarakat, Giri Prasta mengharapkan masyarakat Desa Adat Semanik untuk menjaga persatuan dan kesatuan krama karena dengan bersatu setengah perjuangan akan berhasil atau sebaliknya kalau tidak bersatu setengah perjuangan gagal.

“Tokoh- tokoh Desa Adat Semanik saya harapkan juga bersatu demi generasi penerus untuk bersama- sama membangun Desa Adat Semanik,” pesannya seraya berharap upacara hari ini berjalan lancar, labda karya dan masyarakat segilik seguluk, selunglung sebayantaka, nyujur gemah ripah loh jinawi, aman, tentram dan sejahtera.

Baca Juga :  BBTF 2026 Perkuat Posisi Bali di Kancah Global, Gubernur Koster Minta Jangkauan Diperluas

Sementara itu, Bendesa Adat Semanik I Gst. Lanang Umbara menyampaikan pelaksanakan piodalan di Pura Desa, Desa Adat Semanik seharusnya dilaksanakan oleh dua wewidangan desa adat yaitu Desa  Adat Semanik dan Desa Adat Tiingan, namun karena piodalan kali ini digelar di tengah PPKM dengan penerapan prokes ketat, maka Tapakan Desa Adat Tiingan Katur Ngambun atau diupacarai secara niskala di stana masing-masing.

Lanang Umbara juga menyampaikan progam Desa Adat Semanik, yaitu untuk bulan Agustus ini akan melaksanakan upacara Ngerit/Ngaben Massal yang seharusnya sudah dilaksanakan tahun lalu namun karena adanya pandemi Covid-19 maka perencanaan itu diundur tahun ini. Dikatakanperencanaan ngaben dan nyekah massal ini adalah Sima Dresta dari Desa Adat Semanik dimana ngaben dan nyekah tidak boleh sendiri- sendiri serta juga tidak boleh membakar mayat tapi harus dikubur setelah itu dalam waktu 3 sampai 5 tahun sekali baru bisa dilaksanakan Naben/Ngerit Masal ini.

Baca Juga :  Resmi Dilantik Pimpin KONI Bali 2026-2030, Giri Prasta Diharapkan Bawa Bali Tembus Lima Besar PON

Selanjutnya perencanaan masyarakat Semanik adalah Ngodak Tapakan akhir tahun 2021 ini serta juga perbaikan pelinggih-pelinggih seperti Pura Banua, tembok penyengker Pura Beji dan Pura Peninjauan, karena masyarakat Desa Adat Semanik tahun 2022 akan melaksanakan upacara Ngusaba Desa dan Ngusabe Nini karena sudah hampir 35 tahun tidak pernah melaksanakan upacara seperti ini.

Disamping itu, Lanang Umbara mengharapkan Bupati Badung untuk membantu perbaikan jalan yang menjadi akses perekonomian masyarakat Semanik. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Badung karena sudah memberikan bantuan seprangkat gambelan Angklung yang saat ini sudah digunakan oleh masyarakat Semanik.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News