Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, YOGYAKARTAMematuhi protokol kesehatan termasuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan berinteraksi dengan orang lain saat ini menjadi cara utama untuk melindungi diri dari paparan virus corona sebelum ditemukannya vaksin. Kendati begitu, risiko penularan masih mengintai jika cara pakai dan lepas masker dilakukan dengan tidak tepat.

Lalu seperti apa penggunaan masker yang benar, mulai dari cara pakai hingga melepas? Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr. RM. Agit Sena Adisetiadi, Sp.PD., menjelaskan cara pemakaian masker yang benar yakni dengan memastikan masker menutupi bagian mulut, hidung, serta dagu dengan menyeluruh. Sebelumnya, pastikan mencuci tangan terlebih dahulu dengan sabun atau memakai handsanitizer.

Baca Juga :  Tingkatkan Daya Saing, Fakultas Pariwisata Unud Rekrut Empat Dosen Muda

Sementara saat melepas hindari menyentuh bagian depan/luar masker. Sebab, bagian tersebut dapat mengandung sejumlah partikel virus yang menempel diluar. Apabila melepas masker tidak tepat seperti menyentuh bagian depan masker, memungkinkan virus masuk ke tubuh melalui media tangan.

“Virus bisa bertahan di permukaan benda hingga 72 jam. Penularan tidak langsung bisa terjadi salah satunya lewat tangan yang menyentuh permukaaan benda yang terpapar virus, termasuk masker lalu tangan menyentuh area wajah kita,” urainya saat dihubungi Kamis (13/8/2020).

Oleh sebab itu dia kembali menekankan saat melepas masker tidak menyentuh bagian luar masker. Upayakan hanya menyentuh bagian tali atau karet pengait masker. Selanjutnya segera membuang di tempat sampah.

“Setelah melepas masker segera mencuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun,” imbuhnya.

Baca Juga :  UGM-Kemenperin-Kimia Farma Kerja Sama Pengembangan Bahan Baku Parasetamol

Lepas Saat Makan

Agit menyampaikan saat makan maupun minum sebaiknya melepas masker. Hindari hanya menurunkan masker di dagu hingga leher. Pasalnya, hal tersebut dapat  meningkatkan risiko penukaran Covid-19.

Ketika masker diturunkan di dagu atau sampai leher saat makan atau minum, area dalam masker yang awalnya melindungi mulut dan hidung akan menyentuh area dagu hingga leher. Sementara area dagu hingga leher tidak terlindungi sehingga dimungkinkan ada bakteri atau virus yang menempel. Sehingga saat digunakan kembali ada peluang kontaminasi bakteri atau virus yang menjadikan fungsi masker menjadi tidak optimal.

Baca Juga :  Amanah Nuris Raih Doktor UGM Usai Teliti Baha’i di Thailand

“Jadi saat makan memang dilepas. Namun perlu dikondisikan saat makan, jangan makan bersama atau kumpul-kumpul termasuk di lingkungan kantor atau kerja,”tuturnya. (ika/humas-ugm/bpn)