Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANASejauh ini, upaya Pemerintah Kabupaten Jembrana menekan penyebaran Covid-19 terbilang berhasil dilihat dari minimnya angka kasus. Dari data Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali, hingga Senin (8/6/2020), tercatat jumlah pasien positif di Jembrana sebanyak 19 kasus.

Baca Juga :  DPRD Bali Rekomendasikan Langkah Strategis untuk Kemajuan Bali

Angka itu paling rendah dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Bali. Menyusul kesuksesan itu, bahkan pernah selama hampir dua pekan sejak tanggal (23/4/2020) hingga (4/5/2020), di Jembrana tidak memiliki tambahan kasus pasien positif baru.

Secara akumulatif, berturut-turut kabupaten/kota lainnya yang juga minim kasus positif Covid-19, adalah Kabupaten Tabanan dengan jumlah 27 kasus positif serta Kabupaten Karangasem dengan 35 kasus positif.

Sementara tingkat kesembuhan pasien terkonfirmasi positif di Jembrana juga tergolong tinggi mencapai 68 persen. Jauh lebih tinggi dari angka kesembuhan nasional sejumlah 34 persen.

Saat ini pasien positif Covid-19 masih dirawat sebanyak enam orang dari total 19 orang positif.

Kendati tercatat paling kecil di Bali, tidak membuat Gugus Tugas Covid-19 Jembrana jumawa dan mengendurkan upaya meminimalisir penyebaran virus. Upaya promotif kepada masyarakat juga terus digencarkan agar masyarakat tidak lengah.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr. I Gusti Agung Putu Arisantha, MPH, Senin (8/6/2020) mengatakan strategi menekan penyebaran Covid-19 di Jembrana dengan program, pola, dan skema tepat. Penanganan sifatnya terpadu melibatkan seluruh unsur, baik TNI/Polri, kesehatan, pembentukan satgas gotong royong, peran desa adat hingga keterlibatan relawan.

Langkah antisipatif lainnya, Gugus Tugas Covid-19 Jembrana membentuk relawan surveilans di masing-masing desa/kelurahan.  Relawan ini khusus untuk percepatan tracing dan tracking orang dalam resiko serta mereka yang pernah kontak erat di sekitar pasien positif Covid-19.

“Sejak akhir April kita sudah bentuk relawan surveilans. Masing- masing dua orang tersebar di 51 desa/kelurahan se-Jembrana. Fungsinya akan membantu tim surveilans yang sudah ada di puskesmas serta dinas kesehatan,” kata Arisantha.

Para relawan ini juga membantu mengumpulkan data, melakukan pengawasan, hingga memberi edukasi masyrakat terkait protokol penanganan Covid-19.

“Kecepatan tracing itu penting guna mengendalikan laju penyebaran virus sehingga tidak menimbulkan cluster baru. Warga harus jujur soal riwayat perjalanan dan kontak saat merasakan gejala virus corona. Dari data yang dikumpukan para relawan itu, bisa dilacak siapa saja yang berpotensi tertular, dan segera memisahkan mereka dari yang sehat,” katanya.

Baca Juga :  OJK Bali Beri Edukasi Keuangan Kepada 1.000 UMKM di Kabupaten Jembrana 2024

Selama bertugas di lapangan, para relawan juga bersinergi dengan tim kesehatan puskesmas maupun satgas gotong royong dan desa adat. “Lebih banyak yang ikut terlibat akan sangat membantu untuk pelacakan orang dan diambil tindakan. Mencegah penularan dengan melindungi orang yang sehat dan menunjang kesembuhan bagi orang yang terjangkit penyakit. Tujuannya meminimalisir transmisi lokal dan saat ini Jembrana paling rendah kasusnya di Bali dengan satu orang,” paparnya.

Arisantha mengatakan, rapid test secara masif juga dilakukan untuk mencegah penyebaran virus di masyarakat. Sebelumnya melalui media sosial, gugus tugas menyarankan warganya yang memiliki gejala maupun riwayat kontak beresiko agar segera memeriksakan diri untuk dilakukan test rapid.

Jika hasil tes menunjukkan reaktif atau positif, orang yang bersangkutan akan langsung diisolasi. “Tes rapid untuk menjaring penyebaran virus yang mungkin dibawa masuk oleh warga. Kita sebar alat rapid itu diseluruh puskesmas dan RSU Negara. Sehingga bagi yang hasil tesnya positif akan diintervensi untuk melakukan isolasi, agar dapat menekan angka penyebaran virus ini,” terang dr. Arisantha.

Baca Juga :  Bupati Tamba Hadiri Karya Rsi Yadnya Griya Mambal Batuagung

Bagi yang sakit terkonfirmasi positif, RSU Negara sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Bali sudah siap untuk melaksanakan perawatan penderita Covid-19.

Ditambahkannya, terdapat sepuluh ruangan isolasi untuk perawatan pasien. Terkini, rumah sakit milik daerah yang kini fasilitasnya lebih lengkap dan luas dengan pembangunan fisik enam gedung baru sudah menambah kapasitas ruangan isolasi.

“Kesiapan sarana dan prasarana ditambah dengan pengadaan bed khusus pasien positif Covid-19. Daya tampung ruang isolasi kini menjadi 20 pasien dari semula hanya sanggup merawat 10 pasien. Anggarannya menggunakan dana penyisiran Belanja Tak Terduga (BTT) APBD Kabupaten Jembrana. Termasuk untuk membeli ventilator, alat rapid, APD tenaga medis dan kelengkapan prasarana lainnya,“ terangnya.

Baca Juga :  Capai 71%, Revitalisasi Pasar Umum Negara Target Rampung Sesuai Jadwal

Selain itu, jangan lupakan peran satgas gotong royong yang ada di masing masing desa adat. Dijelaskan Arisantha, peran desa adat vital, menjadi garda terdepan dalam minimnya penularan virus corona. Koordinasi yang sudah terjalin dapat menjadi modal yang kuat untuk menangani maupun melawan Covid-19.

Arisantha menegaskan keberhasilan menekan angka Covid-19 ini karena kerja sama seluruh pemangku kepentingan di semua profesi, bukan hanya kerja dari tenaga kesehatan.

“Terpenting adalah kepatuhan masyarakatnya dalam menjalankan protokol pencegahan penularan wabah. Karena wabah ini bisa terselesaikan jika seluruhnya sadar untuk saling melindungi dengan disiplin menerapkan protokol Covid-19,“ pungkasnya. (agg/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News