Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Di tengah pandemi Covid-19, kinerja perbankan terutama untuk bank umum periode Maret 2020 di Provinsi Bali masih dalam kondisi yang sehat dan kondusif.

Baca Juga :  Wisuda Universitas Dwijendra, Sarjana Harus Mampu Beradaptasi dan Berinovasi di Tengah Pandemi Covid-19

Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Elyanus Pongsoda menyebutkan aset bank umum tumbuh 8,79 persen (yoy) menjadi sebesar Rp 132,73 triliun. Penghimpunan dana pihak ketiga seperti giro, tabungan dan deposito juga meningkat 9,46 persen (yoy) menjadi Rp 103,24 triliun. Penyaluran kredit kepada masyarakat tumbuh 7,31 persen (yoy) menjadi Rp 81,65 triliun walaupun mengalami sedikit perlambatan pertumbuhan dibandingkan Februari 2020.

Sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) Provinsi Bali masih dalam batas wajar, yaitu sebesar 79,09 persen. “Namun demikian, angka kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) mengalami sedikit peningkatan dibanding posisi Desember 2019 (NPL: 2,90 persen) ataupun Februari 2020

(NPL: 2,94 persen) menjadi 2,95 persen dan masih dalam batas kewajaran. Diharapkan kinerja perbankan Provinsi Bali baik bank umum maupun BPR periode April 2020 juga tetap sehat dan kondusif,” ungkap Elyanus.

Dikatakannya, mengacu pada dua POJK yang telah diterbitkan OJK, industri jasa keuangan di Bali telah melaksanakan restrukturisasi dengan data yang berhasil dihimpun per 29 April 2020 terdapat 150.099 rekening kredit perbankan terdampak dengan besaran kredit Rp 23,38 triliun. Dari jumlah tersebut sebanyak 59.130 rekening dengan total kredit Rp 11,36 triliun telah mendapatkan restrukturisasi dari bank.

Baca Juga :  Berdayakan Relawan Surveilans, Jembrana Pilih Karantina di Rumah

“Khusus untuk kredit UMKM di bank umum tercatat terdapat 62.913 rekening dengan nominal Rp 11,74 triliun yang terdampak. Dari jumlah tersebut sebanyak 32.874 rekening dengan nominal kredit Rp 6,95 triliun telah mendapatkan persetujuan restrukturisasi,” ungkapnya.

Untuk KUR di Bali, dari 8 bank umum yang telah melaporkan tercatat bahwa terdapat 66.355 rekening dengan nominal Rp 3,10 triliun yang terdampak. Dari jumlah tersebut sebesar 16.681 rekening dengan nominal kredit Rp 997 miliar telah mendapatkan restrukturisasi.(dar/bpn)