Kadek Hendarto (kiri) dan Kasub unit Keamanan Pasar, Gede Agus Juliana (kanan).

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Untuk mengurangi penyebaran Virus Corona (Covid-19) berbagai upaya terus dilakukan, salah satunya melakukan penyemprotan disinfektan.

Untuk mengurangi penggunaan bahan kimia ini, salah satu cara mesti dibuat dalam bentuk organik yang ramah lingkungan sehingga aman bagi makhluk hidup. Untuk itulah Unit Pasar Gunung Agung Utara membuat disinfektan menggunakan bahan organik yakni bahan utama menggunakan kulit Jeruk Jerongga, sisa buah buahan seperti Salak dan Apel.

Kepala Unit Pasar Gunung Agung Utara, I Kadek Hendarto Sukrana atas Seijin Direktur Perumda Pasar Sewakadarma mengatakan, disinfektan ini merupakan hasil fermentasi dari kulit buah Jeruk Bali yang biasanya disebut Jeruk Jerongga serta buah lain.

Buah jeruk dipotong kira kira Ukuran 3 (tiga) cm dan buah lain dimasukan ke dalam setengah drum ukuran 150 liter dilanjutkan diisi air sumur setengah drum dan didiamkan selama satu minggu.

”Banyak beredar disinfektan kimia yang belum tentu baik bagi makhluk hidup, itulah tujuan kami membuat disinfektan organik ini,” jelas Kadek Hendarto, Kamis (9/4/2020).

Baca Juga :  Wamenparekraf Angela: Refocusing Kualitas dan Target Pasar Pariwisata
Suasana Pasar Gunung Agung Utara.

Pasar Gunung Agung Utara merupakan satu satunya Pasar Tradisional yang ada di Denpasar yang membuat disinfektan alami. “Nantinya disinfektan ini dipakai untuk penyemprotan area pasar serta dibagi untuk penjual dan masyarakat di Pasar Gunung Agung Utara serta disinfektan ini juga digunakan didalam bilik sterilisasi yang ada di lobi pasarm,” ungkap Kadek Hendarto didampingi Gede Agus Juliana, Kasub unit Keamanan Pasar.

Banyak manfaat didapat jika menggunakan disinfektan alami, yang jelas aman bagi siapa saja dan mudah dibuat. “Ia mengatakan ingin memberi pengetahuan kepada masyarakat bahwa kulit Jeruk Bali dan buah-buahan yang telah dibuang bisa dibuat bahan disinfektan dengan biaya lebih murah ketimbang membeli dari bahan kimia,” tambahnya.(ads/bpn)