Arsip Ogoh-ogoh Kota Denpasar Tahun 2019

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pendaftaran lomba ogoh-ogoh serangkaian menyambut Nyepi Caka 1942 tahun 2020 di Kota Denpasar telah ditutup secara resmi pada Kamis (5/3/2020) lalu pada pukul 16.00 Wita.

Dari pendaftaran yang telah dibuka sejak 10 Februari lalu,  berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, sebanyak 169 ogoh-ogoh dari STT di empat kecamatan Kota Denpasar tercatat untuk mengikuti tahapan seleksi penjurian.

Adapun dari keseluruhan peserta yang terdaftar, sebanyak 52 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Timur, 39 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Utara, 42 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Barat dan 36 ogoh-0goh berasal dari Kecamatan Denpasar Selatan dan bersiap untuk mengikuti tahap seleksi penjurian untuk ditetapkan 8 terbaik di masing-masing kecamatan yang seluruhnya berjumlah 32 ogoh-ogoh.

Baca Juga :  Bupati Suwirta Cek Kesiapan Pariwisata Nusa Penida 

Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram saat dikonfirmasi Rabu (11/3/2020) mengatakan bahwa seluruh rangkaian pendaftaran peserta lomba ogoh-ogoh telah usai. Dimana, keseluruhan peserta akan mengikuti tahap selanjutnya yakni penjurian yang dimulai tanggal 16 hingga 19 Maret mendatang dan secara berturut-turut dimulai dari Kecamatan Denpasar Selatan, Kecanatan Denpasar Timur, Kecamatan Denpasar Utara, dan berakhir di Kecamatan Denpasar Barar. Sedangkan pengumuman hasi penjurian akan dilaksanakan pada 20 Maret mendatang.

“Selanjutnya akan dilaksanakan tahap penjurian, dimana juri beserta rombongan datang langsung ke banjar-banjar dimana oggoh-ogoh disiagakan,” ujar Mataram.

Baca Juga :  DTW Tanah Lot Nyatakan Aman Dikunjungi Wisatawan

Lebih lanjut dikatakan, rangkaian penilaian akan melibatkan sembilan orang dewan juri yang berasar dari kalangan profesional dibidangnya. Nantinya, dari hasil penjurian ini akan dicari nominasi sebanyak 8 besar di masing-masing kecamatan, sehingga keseluruhanya akan berjumlah 32 yang akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 25 juta dipotong pajak.

“Sebagai ajang pelestarian seni, budaya dan tradisi kami beraharap seluruh STT menampilkan karya ogoh-ogoh terbaiknya,” jelas Mataram.

Ngurah Mataram menekankan bahwa seluruh peserta lomba dan hasil penilaian lomba akan diserahkan ke desa pakraman untuk selanjutnya dilaksanakan pawai di masing-masing desa. Pihaknya juga berharap seluruh elemen yang terlibat saat malam pengerupukan agar tetap menjaga keamanan serta kondusifitas rangkaian Hari Suci Nyepi ini.

Baca Juga :  Rencana Menhub Groundbreaking Pembangunan Pelabuhan di Nusa Penida

“Kepada semua pihak termasuk desa pakraman, babinsa, Babinkamtibmas, desa/lurah dan STT akan senantiasa mengawasi lingkungan sekitar agar terjaaga kondusifitasnya serta mentaati aturan untuk menggunakan bahan ramah lingkungan serta larangan penggunaan soundsystem saat pawai ogoh-ogoh,” tegas Mataram. (ags/humas-dps/bpn)