BALIPORTALNEWS.COM, JATINANGOR – Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kuliah umum Anti Radikalisme di Perguruan Tinggi pada Kamis, 29 Agustus 2019 pukul 10.00 -12.00 WIB di Grha Sanusi Hardjadinata Kampus Iwa Koesoemasoemantri Unpad Bandung.

Acara yang merupakan rangkaian dari proses penerimaan mahasiswa baru ini akan diikuti oleh 1.000 orang mahasiswa baru Unpad Tahun Akademik 2019/2020 dengan menghadirkan narasumber Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H.. Acara ini bertujuan untuk mencegah radikalisme dengan memaksimalkan peran perguruan tinggi.

Unpad  memiliki komitmen dalam mencegah gerakan radikalisme oleh mahasiswa, pimpinan, dosen dan tenaga pendidikan. Hal ini disampaikan oleh Plt. Rektor Unpad Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE pada Prosesi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unpad 2019 yang digelar di Stadion Jati Padjadjaran kampus Unpad Jatinangor beberapa waktu lalu. Prof. Rina mengimbau mahasiswa baru untuk senantiasa menjaga nama baik almamater.

“Tampilkanlah sikap dan perilaku baik yang mencerminkan nilai-nilai luhur Unpad serta berusahalah untuk bisa memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat. Unpad dan kita semua berkomitmen menjaga integritas untuk tidak melakukan korupsi serta bersikap antiradikalisme. Jagalah selalu kesatuan, kekompakkan, dan sinergitas saudara untuk mewujudkan Unpad Ngahiji dan Unpad Kahiji,” ujar Prof. Rina

Tindakan radikalisme dan terorisme sedang gencar dimitigasi dan ditangkal pemerintah melalui berbagai elemen. Dalam menangani situs-situs radikal, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melakukan sejumlah langkah agresif agar penyebarluasan paham radikalisme di masyarakat bisa diantisipasi, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan segera menutup situs-situs yang memuat konten radikal.

Upaya tersebut sejalan dengan apa yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bahwa seiring dengan menyebarluasnya tindakan terorisme yang tidak disadari masyarakat maka perlu upaya pencegahan dan penanggulangan. Untuk itu puhak BNPT telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah kementerian untuk bekerjasama melakukan pencegahan terorisme.(humas-unpad/bpn)